IATA Simpan Cadangan 288 Juta Ton Batu Bara, Identitas Baru Diluncurkan

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) resmi meluncurkan identitas korporasi baru setelah sebelumnya berganti nama dari PT MNC Energy Investments Tbk. Perseroan saat ini memiliki cadangan batu bara mencapai 288 juta metrik ton (MT) dari tiga konsesi yang beroperasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Peluncuran identitas baru tersebut dilakukan di Jakarta, Senin (10/8/2026), setelah perubahan nama perseroan disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Juni 2026.

Presiden Direktur IATA, Suryo Eko Hadianto, mengatakan transformasi identitas tersebut menjadi tonggak bagi perseroan untuk memasuki fase pertumbuhan baru dengan dukungan pengendali dan ekosistem Karya Pacific Group.

"Transformasi identitas ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan Perseroan menuju fase pertumbuhan berikutnya. Dengan dukungan pengendali baru, Perseroan optimistis dapat memperkuat kapabilitas usaha dengan memanfaatkan integrasi dalam ekosistem Karya Pacific Group pada seluruh kegiatan operasional Perseroan, sehingga meningkatkan efisiensi dan efektivitas usaha,"ujarnya

"Selain itu, kami terus berkomitmen menciptakan nilai tambah dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan," katanya Suryo dalam konferensi pers IATA di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Manajemen menegaskan perubahan identitas tersebut tidak memengaruhi aktivitas operasional maupun komitmen perseroan kepada mitra bisnis, pelanggan, investor, dan kreditur. Penerapan logo baru akan dilakukan secara bertahap pada media komunikasi, dokumen resmi, platform digital, hingga aset korporasi lainnya.

Dari sisi bisnis, IATA masih mengoptimalkan produksi batu bara pada 2026 sembari menunggu hasil evaluasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas pengajuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Saat ini, Karya Pacific Energy mengelola tiga Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang telah beroperasi aktif, yakni PT Putra Muba Coal (PMC) di Kecamatan Tungkal Jaya, PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) di Kecamatan Sungai Lilin, dan PT Arthaco Prima Energy (APE).

Ketiga konsesi tersebut berada di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Secara akumulatif, wilayah pertambangan tersebut memiliki total sumber daya batu bara mencapai 598 juta MT dengan total cadangan sebesar 288 juta MT.

Baca Juga: MNC Asia Holding (BHIT) Lanjutkan Divestasi IATA Setelah Pergantian Pengendali, Raup Rp39,88 Miliar

Baca Juga: Lelang 76.742 Ton Batu Bara Hasil Penindakan, ESDM Kantongi PNBP Rp20,98 Miliar

Untuk mendukung kegiatan operasional, perseroan terintegrasi dengan ekosistem Karya Pacific Group yang mencakup sektor pertambangan, logistik, dan infrastruktur.

Integrasi tersebut didukung infrastruktur strategis seperti coal loading port atau jetty, jembatan timbang, dan jalan angkut (hauling road).

Perseroan juga didukung kapasitas kontraktor pertambangan yang mencakup land clearing, pemindahan overburden, coal getting, pemeliharaan jalan, manajemen stockpile, hingga reklamasi pascatambang, serta armada peralatan berat dan kendaraan operasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Soal Karhutla di Gunung Bromo, Komisi IV Ungkit Perbaikan SOP Penanganan
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Gagal Bawa Timnas Indonesia Juara di Piala AFF 2026, Mitchell Baker Minta Maaf
• 2 jam lalubola.com
thumb
Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok Turun, Jabar Alami Deflasi 0,05 Persen
• 10 jam laludetik.com
thumb
Soal Jodoh, Perempuan Berhak atas Dirinya
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kondisi Keuangan Terkini Warga RI: Tabungan Turun, Cicilan Naik
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.