Tambahan Dana SAL Rp70 Triliun ke Himbara, Ekonom: Penyaluran Kredit Harus Tepat Sasaran

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Purbaya resmi menambah sekitar Rp70 triliun dana SAL ke Himbara. Ekonom menilai penyaluran kredit dari perbankan harus tepat sasaran.

Tambahan Dana SAL Rp70 Triliun ke Himbara, Ekonom: Penyaluran Kredit Harus Tepat Sasaran. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, resmi menambah sekitar Rp70 triliun dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke himpunan bank milik negara (Himbara). Suntikan dana tersebut dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari kebijakan pemerintah untuk menjaga likuiditas perbankan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi.

Namun begitu, penempatan dana ke bank Himbara dinilai perlu diikuti dengan pengawasan terhadap penyaluran kredit agar dana tersebut benar-benar memberikan dampak bagi perekonomian.

Baca Juga:
Rapat Kerja KSSK-DPR, Dana SAL Rp381 Triliun di Himbara Tak Lagi Jadi Polemik

Chief Economist Permata Bank, Joshua Pardede menyebut, perbankan perlu memastikan dana SAL yang ditempatkan pemerintah dapat disalurkan kepada berbagai sektor perekonomian.

"Penempatan SAL tentunya kalau kita lihat harapannya kan bukan hanya sekedar menjaga likuiditas perbankan, khususnya perbankan Himbara, tapi juga bisa berdampak positif bagi perekonomian. Karena kan fungsi perbankan meningkatkan fungsi intermediasinya  agar tadi dana SAL ini benar-benar ditempatkan ataupun disalurkan kepada sektor-sektor perekonomian," kata Joshia dalam Permata Institute for Economic Research (PIER) Economic Review Kuartal II 2026 yang digelar secara virtual, Senin (10/8/2026).

Baca Juga:
Purbaya Beberkan Alasan Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank Himbara

Menurutnya, perbankan perlu memastikan dana SAL yang ditempatkan pemerintah dapat disalurkan kepada berbagai sektor perekonomian secara tepat sasaran. Dengan demikian, manfaat kebijakan tersebut dapat dirasakan lebih luas, termasuk oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi kerakyatan, serta masyarakat kelas menengah.

Joshua mengingatkan agar penempatan dana SAL tidak justru lebih banyak mengalir ke sektor korporasi. Pasalnya, berdasarkan kondisi penyaluran kredit saat ini, kredit perbankan masih didominasi oleh segmen korporasi dibandingkan kredit UMKM maupun kredit konsumsi.

Baca Juga:
DPR Minta Purbaya Lebih Hati-Hati Kelola Dana SAL di Himbara

"Artinya jangan sampai nanti tidak tepat sasaran. Karena yang kita lihat saat ini adalah penempatan SAL di Bank Himbara pada kenyataannya penyaluran kredit perbankan masih didominasi oleh kredit korporasi gitu ya, bukan kredit UMKM ataupun kredit konsumsi," tegas Joshua.

Ia pun menilai perlu ada pemantauan secara ketat terhadap pemanfaatan dana tersebut. Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maupun Kementerian Keuangan disebut harus memastikan dana SAL yang ditempatkan di Himbara dapat disalurkan sesuai dengan tujuan kebijakan pemerintah.

"Ini yang harusnya dimonitor secara closely oleh BI, OJK ya, misalkan seperti itu, ataupun misalkan oleh Kementerian Keuangan sendiri, agar tadi penempatan dana SAL ini bisa lebih tepat sasaran. Karena ujung-ujungnya kita berharap bahwa apapun kebijakan dari pemerintah, ini agar bisa tepat sasaran," kata dia. (Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG ke 6.400, Pasar Menanti Nominasi Gubernur BI, Pidato Prabowo, hingga Review MSCI
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Universitas Kadiri Terjunkan 456 Mahasiswa Kukerta 2026, Fokus Berdayakan Desa
• 12 jam laluberitajatim.com
thumb
Penjelasan Pemilik Kedai Piscok Terkait Kasus Mutilasi Mantan Karyawan
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Foto: Penataan Trotoar Picu Macet di Simpang Cawang
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Tercium Aroma Tembakau, Truk di Tol Banyumanik Ketahuan Bawa 3,28 Juta Rokok Ilegal
• 12 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.