Viral MC Hajatan Dikeroyok hingga Pingsan di Sragen, Ini Penjelasan Polisi

rctiplus.com
4 jam lalu
Cover Berita
Viral MC Hajatan Dikeroyok hingga Pingsan di Sragen, Ini Penjelasan PolisiNasional | inews | Senin, 10 Agustus 2026 - 19:53Dengarkan Berita

SRAGEN, iNews.id - Video kericuhan saat hajatan di Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, viral di media sosial. Polisi memastikan narasi yang menyebut pembawa acara atau MC dikeroyok hingga pingsan tidak sesuai fakta.

Kericuhan terjadi pada Minggu (9/8/2026) pukul 01.00 WIB. Rekaman kejadian kemudian diunggah akun Instagram @iks_infokarisidenansolo dan mendapat perhatian warganet.

Dalam video tersebut, sejumlah penonton terlihat terlibat keributan di sekitar panggung. MC juga tampak dikejar sejumlah orang, sementara kursi plastik berwarna hijau dilempar ke arah pemain drum.

Warga dan tamu yang berada di lokasi kemudian berupaya melerai keributan agar situasi tidak semakin meluas.

Kapolsek Ngrampal Iptu Tri Ediyanto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya keributan dalam acara tersebut. Namun, dia membantah informasi yang menyebut MC menjadi korban pengeroyokan hingga pingsan.

Baca Juga:Aksi Kortas Tipidkor Geledah Rumah Jampidsus Murni Operasi Penegakan Hukum!

"Terkait dengan munculnya video yang temanya MC dikeroyok sampai pingsan, bahwasanya kami dari Polsek Ngrampal langsung melakukan langkah-langkah klarifikasi kepada pihak terkait," ujar Iptu Tri Ediyanto dikutip iNews Sragen.

Polisi kemudian melakukan klarifikasi kepada sejumlah pihak, termasuk melalui Bhabinkamtibmas. Hasilnya, MC dipastikan dalam kondisi sehat dan tidak mengaku menjadi korban pengeroyokan.

"MC dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Dirinya tidak merasa dikeroyok. Cuma diamankan dari suasana desak-desakan (oyok-oyokan) oleh Bhabinkamtibmas setempat. Jadi tidak ada pengeroyokan dan tidak ada yang pingsan," ucapnya.

Polisi juga menelusuri aksi pelemparan kursi plastik ke arah panggung. Orang yang melempar kursi telah dimintai klarifikasi dan mengakui perbuatannya.

"Kami sudah klarifikasi kepada pelempar kursi. Mereka menyadari kesalahannya dan meminta maaf karena khilaf di bawah pengaruh miras. Dari pihak MC pun tidak merasa keberatan dan sampai sekarang tidak ada aduan resmi," katanya.

Dia mengatakan persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Setelah dilakukan klarifikasi, situasi di lokasi dipastikan kembali aman dan kondusif.

Baca Juga:Rumah Jampidsus Febrie Kembali Sepi, Pengamanan Tak Lagi Terlihat Malam Ini

Meski tidak berlanjut ke proses hukum, polisi mengingatkan masyarakat agar menjaga keamanan dan ketertiban saat menggelar hajatan atau kegiatan yang melibatkan banyak orang.

"Kami imbau kepada seluruh warga masyarakat, mari sama-sama menjaga keamanan agar wilayah tetap kondusif. Ketika ada hajatan, mohon kesadaran dari semua pihak untuk menjaga diri dan tidak melakukan hal serupa agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali," ucapnya.

Polsek Ngrampal juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya dalam setiap kegiatan hajatan atau keramaian. Dengan demikian, kegiatan dapat berlangsung aman tanpa menimbulkan gangguan keamanan.

#jateng

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
On This Day: Debut Global Mitsubishi Xforce di Indonesia
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Hadapi El Nino, Akademisi Nilai Modifikasi Cuaca Lebih Efektif Sebelum Kekeringan
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dikira Punya Pelaku Mutilasi Depok, Ini Klarifikasi Pemilik Piscok Pocin yang Sempat Rugi
• 13 jam lalukompas.com
thumb
FULL! Pakar Bicara Gejolak Iran Tekan AS Lewat Selat Hormuz, Perang Bisakah Redah? | KOMPAS PAGI
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
4 Pelajar SMP Terjebak Karhutla di Gunung Orak-arik Trenggalek, Dievakuasi Pakai Tali
• 7 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.