Kapal Nelayan Ditabrak Kapal Kargo di Perairan Bintan, 4 Orang Hilang

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bintan: Empat korban dinyatakan hilang dalam kecelakaan kapal di Perairan Pulau Pengikik, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Kecelakaan laut tersebut melibatkan sebuah kapal kayu KM Putra Buluh dengan kapal kargo.

"Informasi ini diterima melalui Com Center SAR Tanjungpinang, dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepri," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tanjungpinang Fazzli, dilansir dari Antara, Senin, 10 Agustus 2026. 

Kronologis kejadian bermula saat KM Putra Buluh yang membawa lima penumpang berangkat dari Tanjung Pandan, Pulau Belitung, sekitar pukul 07.00 WIB, Senin, 3 Agustus 2026. Kapal tersebut menuju perairan sekitar Pulau Pengikik untuk melakukan aktivitas memancing.
 

Baca Juga :

4 Nelayan Terombang-ambing di Perairan Krakatau Berhasil Diselamatkan Tim SAR

Kapal kemudian sudah berada di lokasi tujuan tersebut sejak Selasa, 4 Agustus 2026 hingga Jumat, 7 Agustus 2026. Selanjutnya, sekitar pukul 02.00 WIB, Sabtu, 8 Agustus 2026, KM Putra Buluh ditabrak sebuah kapal kargo yang berlayar menuju Kalimantan.

"Akibat kejadian ini, KM Putra Buluh mengalami kerusakan berat hingga terbelah menjadi dua bagian," ungkap Fazzli.

Salah seorang korban atas Khairul (30 tahun) berhasil menyelamatkan diri dengan menggunakan tutup fiber sebagai alat bantu apung. Korban ditemukan dan dievakuasi oleh KM Lima Saudara Kandung.

Sementara itu, empat orang lainnya hingga Senin masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian, yaitu Samsir Arwan (27 tahun), Andi Syamsu (53 tahun), Muhammad Irfan (28 tahun), dan Agustono (28 tahun).


Personel Kantor SAR Tanjungpinang melakukan koordinasi terkait insiden kecelakaan kapal di Perairan Pulau Pengikik, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin, 10 Agustus 2026. ANTARA/HO-SAR Tanjungpinang


Fazzli mengatakan Kantor SAR Tanjungpinang telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, di antaranya SROP Tanjungpinang, KSOP Kelas II Tanjungpinang, HNSI Kepri, Kantor SAR Pangkalpinang, serta pihak pemilik kapal.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Kantor SAR Pontianak terkait kemungkinan pergerakan dan dukungan unsur Kapal Negara (KN) SAR dalam pelaksanaan operasi pencarian para korban.

"Kami terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap perkembangan informasi guna mendukung upaya pencarian terhadap empat korban yang masih dinyatakan hilang," demikian Fazzli.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPS Ungkap Kenapa Jumlah UMKM Sulit Dihitung, Hari Ini Ada Besok Bisa Tutup
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Generasi Manusia Terbaik Setelah Kalangan Para Nabi dan Rasul
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Trump mau akhiri perang dengan Iran meski tanpa kesepakatan nuklir
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
BPS: Harga daging sapi di atas HAP pada awal Agustus 2026
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Balita 5 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Renang Blitar, Diduga Ditinggal Pendamping Hampir 4 Jam
• 10 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.