Presiden Tertua Bikin Heboh, "Pelesir" ke Eropa dan Tak Pulang-Pulang

cnbcindonesia.com
16 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden Kamerun, Paul Biya. (REUTERS/Charles Platiau)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Kamerun Paul Biya kembali menjadi sorotan setelah menghabiskan beberapa minggu di Jenewa, Swiss. Kepergiannya sejak 7 Juni untuk alasan pribadi memicu kritik terkait kepemimpinan negara di tengah spekulasi mengenai kondisi kesehatannya.

Biya, 93 tahun, merupakan kepala negara tertua di dunia dan telah memimpin Kamerun selama lebih dari empat dekade. Pemerintah menyatakan perjalanan tersebut merupakan "tinggal sebentar dan pribadi" bersama istrinya, seperti dikutip AfricaNews, Senin (10/8/2026).

Kunjungan Biya ke Jenewa bukan hal baru. Ia telah berulang kali melakukan perjalanan ke kota tersebut dalam beberapa tahun terakhir, sementara kondisi kesehatannya terus menjadi bahan spekulasi publik.


Pilihan Redaksi
  • Retak! Netanyahu Tiba-Tiba Emosi ke Trump, Buang Rencana AS Soal Gaza
  • Mojtaba Khamenei akan Segera Muncul di Depan Publik Iran

Pemerintah Kamerun membantah kabar mengenai kondisi kesehatan serius sang presiden. Menteri Komunikasi Kamerun sebelumnya menepis laporan yang menyebut Biya sempat dirawat di rumah sakit di Jenewa.

Namun, ketidakhadiran Biya di dalam negeri menuai kritik dari kubu oposisi. Tokoh oposisi Mamadou Mota menyebut absennya presiden sebagai "kekosongan institusional yang mencolok".

Presiden Uni Demokratik Kamerun (UDC) Patricia Tomaino Ndam Njoya juga mendesak pemerintah menetapkan mekanisme yang jelas untuk menghadapi kondisi ketika presiden tidak mampu menjalankan tugasnya.

Ia menyerukan adanya "prosedur yang tidak memihak untuk menentukan ketidakmampuan sementara atau permanen" kepala negara.

Sorotan terhadap Biya bukan kali ini saja terjadi. Pada akhir 2024, ia juga menuai kritik setelah tercatat tidak berada di Kamerun selama sekitar 50 hari, memicu kembali perdebatan mengenai kapasitasnya memimpin negara di usia yang telah mencapai 93 tahun.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Rencana Damai Trump Ditolak, Israel Tetap Bertahan di Gaza

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gerindra Apresiasi BNN Bongkar Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin: Bukan Perkara Kecil
• 20 jam laludetik.com
thumb
Dasco Pimpin Rapat Bareng Menteri-KPA, Bahas Konflik Agraria yang Mendesak
• 34 menit lalukumparan.com
thumb
Jelang HUT RI ke-81, Pemerintah Siapkan Bantuan Beras Tahap II Bagi 33,24 Juta Keluarga
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Khariq Anhar Dituntut 6 Bulan Penjara Jelang Wisuda: Harapan Saya Dapat Kerja Bukan Penjara
• 18 jam lalukompas.com
thumb
AEI Ungkap Geopolitik Global hingga Ancaman EL Nino Jadi Tantangan Pasar Modal RI
• 34 menit laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.