REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, telah mendistribusikan sekitar 1,8 juta liter air bersih untuk menangani kekeringan yang melanda 31 kecamatan di daerah itu. Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pemerintah daerah terus melakukan penanganan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak kekeringan dapat terpenuhi.
“Kita memastikan langkah tindak lanjut penanganan kekeringan terus berjalan, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak,” kata Rudy di Cibinong, Senin (10/8/2026).
Baca Juga
Debit Air Bendungan Cipancuh Indramayu Nol Akibat Kekeringan, Ancam Ribuan Hektare Sawah
Dilanda Kekeringan, Ratusan Hektare Sawah di Majalengka Gagal Panen dan Terbakar
KDM Ungkap Sejumlah Wilayah di Jabar Mulai Terdampak Kekeringan
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, selama periode 10 Juni hingga 7 Agustus 2026 penanganan krisis air bersih telah dilakukan di 343 titik distribusi. Kekeringan tercatat berdampak pada 132 desa dan kelurahan yang tersebar di 31 kecamatan Kabupaten Bogor. Dalam periode tersebut, BPBD Kabupaten Bogor telah mendistribusikan total 1.847.000 liter air bersih. Sebanyak 1.439.000 liter disalurkan langsung kepada masyarakat, sedangkan 408.000 liter digunakan untuk mengisi toren penampungan. .rec-desc {padding: 7px !important;} Penyaluran air bersih tidak hanya menyasar kebutuhan masyarakat, tetapi juga fasilitas kesehatan, fasilitas keagamaan, dan fasilitas pendidikan yang terdampak krisis air. Penanganan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau yang berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi pada Agustus 2026.