Survei BPS Terbaru: 7 dari 10 Orang Indonesia Kini Melek Keuangan

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Dok: Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLK) tahun 2026 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan meningkat. Survei ini melibatkan 75.000 responden yang tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan bahwa indeks literasi keuangan naik menjadi 69,57% tahun ini. Ia mengatakan angka itu meningkat 2,93% dari tahun 2025 yang sebesar 2,93%.

"Artinya sekitar 70 dari 100 penduduk di Indonesia umur 15 sampai dengan 79 tahun telah memenuhi kriteria well literate," jelas Amalia saat konferensi pers Hasil SNLIK 2026 di Gedung BPS, Senin (10/8/2026).


Baca: Kata-Kata Kepala BPS Sorot Harga Daging Sapi Ngamuk-Ada yang Rp200.000

Ia mengakui bahwa Indeks Literasi Keuangan perkotaan relatif lebih tinggi dibandingkan perdesaan dan juga mengalami peningkatan sebesar 1,54% poin. Berdasarkan jenis kelamin, Indeks Literasi Keuangan laki-laki maupun perempuan mengalami peningkatan dan saat ini level literasi keuangan laki-laki dan perempuan relatif berimbang.

Untuk indeks inklusi keuangan secara nasional pada tahun 2026 meningkat dari 92,74% menjadi 93,61% atau naik 0,87%. Di pedesaan, Indeks Literasi Keuangan meningkat cukup signifikan sebesar 4,55% basis poin. Berdasarkan jenis kelamin, Indeks Literasi Keuangan laki-laki maupun perempuan mengalami peningkatan dan saat ini level literasi keuangan laki-laki dan perempuan relatif berimbang.

Secara provinsi, tiga provinsi dengan indeks inklusi keuangan tertinggi adalah DKI Jakarta, disusul dengan DI Yogyakarta, dan Kepulauan Riau. Namun, wilayah Indonesia bagian timur masih tertinggal.

Baca: Harga Resmi LPG 3 Kg, 5,5-12 Kg di Agen-Pangkalan per 10 Agustus 2026

"Sementara itu capai di Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Maluku Utara menunjukkan masih dibutuhkan ruang penguatan untuk lebih menguat ke depannya," tutur Amalia.

Dari grafis yang ditampilkan dalam paparan, terlihat indeks inklusi ketiga provinsi tersebut hanya di kisaran 70%. Sementara itu, tingkat literasi jauh lebih rendah, dengan Papua Pegunungan hanya 17,65%, Papua Selatan sebesar 36,97% dan Papua Tengah 34,62%.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Urgensi Optimalisasi KUB Demi Perkuat Likuditas & Layanan BPD

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Koleksi Apparel Skena Otomotif, Cocok untuk Lintas Generasi
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
Sokong Pemerataan Akses Pendidikan, Kawendra Tambah Sarana di Ponpes Lumajang
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Marc Klok Luapkan Kekecewaan Usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026: Kami Belajar
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Mau Pindah Domisili? Ini Tata Cara dan Syarat Urus KK serta KTP Baru Luar Kota
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Ancaman Kekeringan Akibat El Nino, Guru Besar ITS Ingatkan Warga Hemat Air
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.