Rights issue ini berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan pemegang saham hingga 13,7 persen.
IDXChannel - PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS) berencana melakukan penambahan modal melalui skema Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV atau rights issue.
Perseroan akan menerbitkan maksimal 2,9 miliar saham baru dalam aksi korporasi tersebut. Jumlah saham yang akan diterbitkan setara dengan 15,88 persendari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Rights issue ini berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan pemegang saham hingga 13,7 persen.
Dalam rencana PMHMETD IV tersebut, BMAS menetapkan nilai nominal saham baru sebesar Rp100 per saham. Sementara itu, harga pelaksanaan dan rasio hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) belum ditetapkan oleh perseroan.
Dana yang diperoleh dari rights issue akan digunakan untuk memperkuat modal kerja, terutama untuk mendukung peningkatan penyaluran kredit perseroan.
“PMHMETD IV yang dilakukan oleh Perseroan dapat memperkuat struktur permodalan Perseroan dan mengundang investor-investor untuk dapat berpartisipasi dalam menginvestasikan modalnya dalam Perseroan sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja Perseroan,” tulis manajemen BMAS dalam prospektus terbaru, Jumat (7/8/2026)
Rencana rights issue tersebut akan terlebih dahulu dimintakan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 27 Agustus 2026.
(DESI ANGRIANI)





