Pasang Bendera Merah Putih Jelang 17-an: Kewajiban atau Bentuk Nasionalisme?

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki Agustus, pemandangan bendera dan ikon bercorak Merah Putih mulai menghiasi berbagai sudut permukiman.

Bendera dipasang di depan rumah, gang-gang dicat, dan umbul-umbul mulai memenuhi lingkungan warga.

Bagi sebagian masyarakat, memasang Bendera Merah Putih menjelang 17 Agustus sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan hampir otomatis setiap tahun.

Tidak selalu ada instruksi resmi dari ketua RT.

Baca juga: Besok, Pemerintah Buka War Tiket Khusus Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Tidak pula semua warga mengetahui secara perinci aturan yang mengatur pengibaran bendera.

Namun, ketika satu rumah memasang bendera, rumah lainnya ikut melakukan hal serupa.

Sahrul, warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, misalnya, mengaku tidak pernah mendapat pemberitahuan resmi dari RT agar memasang bendera.

Meski demikian, sejak awal Agustus warga di lingkungan tempat tinggalnya mulai mempersiapkan berbagai perayaan kemerdekaan.

"Sejak awal Agustus itu sudah mulai persiapan, pasang umbul-umbul, bendera, dicat-catin gang dan segala macam. Akhirnya karena masyarakat menaikkan (bendera), ya kita ikut naikkan juga," ujar Sahrul, kepada Kompas.com, Senin (10/8/2026).

Kebiasaan tersebut sudah ia lakukan sejak berkeluarga dan memiliki rumah sendiri.

Menurut dia, hampir semua warga di lingkungannya melakukan hal yang sama.

Tidak ada yang merasa terbebani karena memasang bendera telah menjadi kebiasaan setiap Agustus.

Namun, bagi Sahrul, pengibaran Merah Putih bukan hanya persoalan mengikuti tetangga.

Ia juga ingin anaknya memahami mengapa bendera tersebut dikibarkan.

"Apalagi sekarang kan bocah (anak) sudah mulai nanya, kenapa harus mengibarkan bendera. Biar ada experience juga dia," kata dia.

Hal serupa dilakukan Aditya, warga Joglo, Jakarta Barat.

Ia mengaku telah melihat orangtuanya memasang bendera setiap menjelang 17 Agustus sejak masih kecil.

Kebiasaan itu kemudian diteruskan ketika ia memiliki rumah sendiri.

"Enggak cuma keluarga saya sih. Tetangga sekitar juga begitu," kata Aditya, kepada Kompas.com, Senin.

Baca juga: HUT Ke-81 RI, Kementrans dan Kemendes PDT Bersatu Gelar Kick Off Festival Merah Putih

Aditya mengatakan, warga di lingkungannya tidak perlu menunggu instruksi RT untuk memasang bendera.

"Semua warga kayaknya memang sudah otomatis, mau Agustusan pada pasang bendera depan rumah," ujar dia.

Bagi Aditya, kebiasaan tersebut juga berkaitan dengan nasionalisme.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Sejak kecil sih, lihat Bendera Merah Putih itu malah jadi semangat. Mau kondisi negara bagaimana pun juga. Membangkitkan semangatlah," kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bapanas Uji Ulang 40 Merek Beras Fortifikasi, Ancam Cabut Izin Melanggar
• 4 jam lalueranasional.com
thumb
Pemerintah Pastikan Belum Ada Komplain dari Negara Tetangga Terkait Asap Karhutla
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Wasit asal Somalia yang ditolak masuk AS akan pimpin Piala Super Eropa
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Perbaikan Gizi Jadi Langkah Bersama Membangun Generasi Berkualitas
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kapasitas RDF Rorotan Baru Terpakai 20%, Apa Kendalanya?
• 17 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.