Chicago: Harga emas melanjutkan kenaikan setelah menguat signifikan pada pekan sebelumnya akibat laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan. Pelaku pasar kini menantikan data inflasi AS untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Kenaikan harga emas tertahan oleh lonjakan harga minyak di tengah meningkatnya ketidakpastian mengenai kesepakatan AS-Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Mengutip Investing, Selasa, 11 Agustus 2026, harga emas spot naik 1,1 persen menjadi USD4.389,17 per ons, sedangkan emas berjangka naik 1,1 persen menjadi USD4.448,55 per ons.
Harga emas spot sebelumnya melonjak 7,5 persen pada pekan lalu, sementara emas berjangka naik 7,1 persen. Ekspektasi kenaikan suku bunga mereda Harga emas naik lebih dari dua persen pada Jumat setelah data menunjukkan penurunan bulanan pertama lapangan kerja nonpertanian AS sejak Februari. Penurunan terutama terjadi akibat berkurangnya lapangan kerja di sektor pendidikan pemerintah daerah.
Selain itu, data payroll untuk Mei dan Juni direvisi turun secara kumulatif sebesar 103 ribu pekerjaan.
Laporan ketenagakerjaan tersebut memperumit prospek kebijakan The Fed. Di satu sisi, meskipun terjadi penurunan lapangan kerja, pasar tenaga kerja secara keseluruhan masih relatif kuat. Di sisi lain, risiko inflasi meningkat di tengah volatilitas harga minyak akibat konflik Iran.
Baca Juga :
Harga Emas Hari Ini Berpotensi Menguat, Simak Analisisnya(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Sejumlah pembuat kebijakan juga menunjukkan kecenderungan untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan moneter The Fed pada Juli. Pelaku pasar merespons data tersebut dengan menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September.
Suku bunga yang tinggi cenderung menekan aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas. Kondisi tersebut juga dapat memperkuat dolar AS sehingga menekan harga emas karena membuat logam mulia tersebut lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Perhatian pasar kini tertuju pada sejumlah indikator inflasi utama yang akan dirilis pekan ini. Kalender ekonomi AS akan menyoroti data Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) Juli yang masing-masing dirilis pada Rabu dan Kamis.
Data tersebut kemudian disusul laporan penjualan ritel Juli pada Jumat.
UBS mempertahankan target harga emas sebesar USD5.000 per ons. Target tersebut didukung tiga faktor struktural, yakni penurunan imbal hasil riil seiring pelonggaran kebijakan The Fed, pelemahan dolar AS yang berkaitan dengan defisit fiskal dan eksternal, serta pembelian emas oleh bank sentral yang dinilai menjadi penopang harga.
UBS memperkirakan faktor-faktor tersebut dapat mendukung kenaikan harga emas hingga 2027. Harga minyak naik, Trump tuntut kompensasi dari Iran Di sisi lain, harga minyak naik hampir lima persen pada Senin setelah Iran menutup kemungkinan pembicaraan langsung dengan AS dan menyatakan pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh hanya dapat dilakukan setelah Washington memenuhi sejumlah persyaratan.
Kekhawatiran terhadap arus minyak di kawasan tersebut juga meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim menyerang infrastruktur energi Arab Saudi. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar beralih ke dolar AS sebagai aset aman (safe haven).
Harga minyak sebelumnya turun pada pekan lalu, terutama setelah sejumlah pejabat AS, termasuk Presiden Donald Trump, menyatakan pembicaraan dengan Iran sedang berlangsung.
Namun, penurunan tersebut mereda menjelang akhir pekan setelah Teheran berulang kali membantah klaim Washington mengenai negosiasi. Laporan mengenai kerangka pengelolaan Selat Hormuz juga meningkatkan ketidakpastian karena disebut akan melarang kapal AS, Israel, dan kapal lain yang dianggap bermusuhan melintasi jalur tersebut.
Media pemerintah Iran melaporkan sebuah komisi parlemen telah menyetujui kerangka kerja tersebut, termasuk ketentuan mengenai larangan bagi kapal-kapal tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei pada Senin menyatakan Iran dan Oman belum merampungkan pernyataan bersama mengenai pengelolaan Selat Hormuz. Ia menambahkan rencana tersebut akan mencakup mekanisme pemantauan lalu lintas kapal yang mensyaratkan kompensasi.
Iran juga menutup kemungkinan pembicaraan langsung dengan AS untuk saat ini dengan alasan dugaan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata sementara yang dicapai pada Juni.
Teheran kembali menyampaikan sejumlah syarat untuk pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh, termasuk penghentian blokade angkatan laut AS, pencabutan sanksi, dan ganti rugi atas kerusakan akibat perang.
Pada Senin, Trump menyatakan Iran meminta kompensasi atas kerusakan yang terjadi sejak dimulainya serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Trump mengatakan AS juga akan menuntut kompensasi dari Iran dan meminta perwakilannya memasukkan tuntutan tersebut dalam setiap negosiasi mendatang.




