Dilanda Karhutla, Kualitas Udara Mempawah Capai Level Berbahaya Pagi Ini

katadata.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Kualitas udara berdasarkan konsentrasi partikulat PM2,5 di Mempawah, Kalimantan Barat, mencapai level berbahaya pagi ini. Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pukul 06.00 WIB, konsentrasi PM2,5 di wilayah tersebut mencapai 357,4µg/m&³3;.

Dengan ukuran yang lebih kecil dari diameter rambut manusia, PM2,5 bisa masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan masalah kesehatan. Kelompok yang paling rentan terdampak, di antaranya adalah anak-anak, lansia, serta penderita penyakit pernapasan dan jantung. 

“PM2,5 dapat masuk lebih dalam ke paru-paru dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan,” demikian dikutip dari laman resmi BMKG, pada Selasa (11/8).

Dalam kondisi tersebut, BMKG mengimbau agar masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta tidak melakukan aktivitas pembakaran yang dapat memperparah polusi.

PM2,5 merupakan partikel halus yang banyak dihasilkan dari aktivitas pembakaran, seperti emisi kendaraan bermotor, kegiatan industri, pembangkit energi, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Adapun saat ini, Kalimantan Barat tengah berjibaku menghadapi karhutla. Menurut data SiPongi Kementerian Kehutanan, sepanjang Januari-Juni 2026, luas karhutla di provinsi tersebut telah mencapai 28.680 hektare. Angka tersebut bahkan melampaui total luas karhutla Kalimantan Barat sepanjang 2025 yaitu 26.703 hektare.

Tak hanya Mempawah, konsentrasi PM2,5 di Kubu Raya juga mencapai level berbahaya. Sementara wilayah lainnya tercatat berada di level tidak sehat. Berikut daftarnya: 

  1. Mempawah, Kalimantan Barat, dengan konsentrasi partikel halus 357,4µg/m&³3; atau berada di level berbahaya,
  2. Kubu Raya, Kalimantan Barat, dengan konsentrasi partikel halus 356,9µg/m&³3; atau berada di level berbahaya,
  3. Muaro Jambi, Jambi, dengan konsentrasi partikel halus 94,7µg/m&³3; atau berada di level tidak sehat,
  4. Sintang, Kalimantan Barat, dengan konsentrasi partikel halus 91,5µg/m&³3; atau berada di level tidak sehat,
  5. Musi 2 Palembang, Sumatera Selatan, dengan konsentrasi partikel halus 86,0µg/m&³3; atau berada di level tidak sehat.

Sementara itu, kualitas udara yang baik terpantau berada di Kotabaru, Kalimantan Selatan, dengan konsentrasi PM2,5 hanya 6,5µg/m&³3;. Kota Samarinda di Kalimantan Timur juga berada di level yang sama dengan konsentrasi PM2,5 hanya 8,4µg/m&³3;.

Kategori kualitas udara baik memiliki konsentrasi PM2,5 dalam rentang 0-15,5µg/m&³3;. Sementara, kualitas udara sedang berada di rentang 15,6-55,4µg/m&³3;; kualitas udara tidak sehat berada di rentang 55,5-150,4µg/m&³3;; kualitas udara sangat tidak sehat berada di rentang 150,5-250,4µg/m&³3;; serta kualitas udara berbahaya berada di rentang lebih dari 250,4µg/m&³3;.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Semangat Belajar Siswa dengan Fasilitas Terbatas di Kerinci
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Jelang Rencana Ekshumasi, Polisi Perketat Penjagaan Makam Sutrimo di Banyumas
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Terungkap di Sekolah, Dugaan Kekerasan Seksual Anak oleh Ayah Berujung Penahanan
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Info Cuaca DKI Hari Ini: Cerah hingga berawan, Suhu Mencapai 36 Derajat Celsius
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Yaqut Pertanyakan Kerugian Negara Rp 622 Miliar dalam Korupsi Kuota Haji: Kita Juga Gak Paham
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.