Angka Penceraian Tinggi, Puluhan Bocah di Sidoarjo Minta Dispensasi Nikah

beritajatim.com
7 jam lalu
Cover Berita

Sidoarjo (beritajatim.com) – Angka perceraian di Kabupaten Sidoarjo masih tergolong tinggi. Baru memasuki empat bulan pertama tahun 2026, ribuan pasangan suami istri sudah mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama (PA) Sidoarjo.

Berbagai sebab yang melatarbelakangi adanya perceraian. Namun kebanyakan faktor ekonomi dan persoalan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menjadi pemicu utama retaknya rumah tangga.

Dikatakan Panitera Muda (Panmud) Pengadilan Agama (PA) Kab. Sidoarjo, Bayu Endragupta, pada bulan April 2026 tercatat sebanyak 2.640 perkara perceraian masuk ke PA Sidoarjo.

“Perkara perceraian masuk sampai di bulan April tahun 2026 sudah tercatat l 2.640 perkara, dan bulan berikutnya jelas bertambah,” ujar Bayu kepada wartawan Selasa (11/8/2026).

Dari jumlah perkara yang ada, sebagian perkara telah diputus oleh majelis hakim. Tercatat sebanyak 1.036 perkara telah selesai diproses di Pengadilan Agama Kabupaten Sidoarjo.

“Yang sudah selesai atau diputus sebanyak 1.036 perkara. Dari jumlah itu, 1.021 perkara disebabkan karena KDRT,” rincinya.

Bayu mengungkapkan persoalan ekonomi masih menjadi penyebab dominan munculnya konflik rumah tangga. Kondisi keuangan keluarga yang tidak stabil sering memicu pertengkaran berkepanjangan hingga berujung perceraian. “Terbanyak penyebabnya karena faktor ekonomi,” tukasnya.

Dibalik angka perceraian yang memprihatinkan, Pengadilan Agama Kab. Sidoarjo juga mencatat cukup banyak permohonan dispensasi nikah usia dini sepanjang tahun ini.

Permohonan tersebut diajukan pasangan yang belum memenuhi batas usia minimal perkawinan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Saat memasuki pertengahan tahun 2026, terdapat 48 bocah atau anak di bawah umur yang mengajukan dispensasi menikah. Rinciannya, sebanyak 13 pemohon merupakan anak laki-laki dan 45 lainnya perempuan.

Menurut Bayu, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena saat ini tahun berjalan masih memasuki pertengahan tahun. “Data tersebut masih memungkinkan bertambah seiring berjalannya waktu,” terang Bayu. (isa/ian)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akademisi Untad Masih Teliti Semburan Air Bergas di Sigi
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Karhutla Meluas, Pemprov Kalteng Tambah Helikopter Water Bombing
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
PBB: Yaman Hadapi Risiko Perang Besar sejak Gencatan Senjata 2022
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK duga tersangka kasus Bank BJB upayakan pengondisian audit BPK
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Lengkap! Ini Rincian Bantuan Prabowo ke Pemda Buat Bayar Gaji PNS-PPPK
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.