Marc Klok Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026: Hancur, Sakit, tapi Kami Belum Selesai

tvonenews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia harus mengakhiri perjalanan di Piala AFF 2026 dengan rasa kecewa. Hasil imbang 1-1 melawan Singapura membuat Garuda gagal melaju ke semifinal.

Kegagalan tersebut menjadi pukulan bagi skuad asuhan John Herdman. Timnas Indonesia finis di posisi ketiga klasemen Grup B dan harus tersingkir lebih awal.

Gelandang Timnas Indonesia, Marc Klok, tidak menutupi rasa kecewa setelah kegagalan tersebut. Namun, pemain berusia 33 tahun itu memilih menjadikan pengalaman pahit tersebut sebagai bahan pembelajaran.

"Hancur. Sakit. Benar-benar sakit," kata Klok melalui unggahan di akun Instagram-nya pada Senin. "Kami tersingkir dan sekali lagi gagal mengangkat trofi itu."

Klok menyadari kegagalan di Piala AFF 2026 bukan hasil yang diinginkan Indonesia. Meski begitu, ia meminta seluruh anggota tim tidak terlalu lama larut dalam kekecewaan.

"Kami belajar dari pengalaman ini. Menerima rasa sakitnya dan mengabaikan kebisingan di luar sana," ujar Klok. Ia kemudian mengajak rekan-rekannya kembali bekerja dengan kepala tetap tegak.

Bagi Klok, perjalanan Timnas Indonesia belum berakhir hanya karena gagal di Piala AFF. Ia percaya masih ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dan mengejar prestasi pada turnamen berikutnya.

"Kembali bekerja, tetap tegakkan kepala, lalu kembali dengan rasa lapar yang lebih besar dari sebelumnya," kata Klok. Menurutnya, langkah tersebut menjadi cara terbaik untuk bangkit dari kegagalan.

Klok juga menyampaikan apresiasi kepada para suporter yang tetap memberikan dukungan. Ia mengakui energi positif dari publik memiliki arti besar bagi dirinya dan seluruh tim.

"Kepada semua orang yang telah mendukung kami dan mendukung saya, terima kasih," tutur Klok. Ia memastikan dukungan tersebut tidak pernah luput dari perhatian.

Kegagalan di Piala AFF 2026 membuat Indonesia kembali harus menunda ambisi meraih trofi. Garuda juga belum mampu menjadi juara sejak turnamen tersebut pertama kali digelar 30 tahun lalu.

Prestasi terbaik Indonesia masih sebatas enam kali menjadi runner-up. Pencapaian terakhir terjadi pada edisi 2020 ketika skuad Garuda masih ditangani Shin Tae-yong.

Kini, Indonesia harus segera mengalihkan perhatian ke agenda berikutnya. Garuda dijadwalkan tampil di FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung pada September hingga Oktober.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peternak Sulsel Terjepit: Pakan Mahal, Harga Telur Anjlok
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Aldi Taher Minta Maaf Usai Menghampiri Nic Cester di Tengah-tengah Penampilannya
• 6 jam lalucumicumi.com
thumb
BRICS Jajaki Integrasi Sistem Pembayaran dan Mata Uang Digital
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Begini Peran PTUN pada Polemik Ijazah Jokowi
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
DPRD Surabaya Minta Inspektorat Usut Jaringan Penipuan Loker Pemkot
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.