CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, mendapat kesempatan mencatat sejarah setelah ditunjuk memimpin Piala Super Eropa 2026 antara Paris Saint-Germain (PSG) vs Aston Villa di Salzburg, Austria, Rabu (12/8/2026).
UEFA mengumumkan penunjukan Artan pada Juni lalu setelah berdiskusi dengan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Penugasan tersebut merupakan bagian dari nota kesepahaman (MoU) UEFA dan CAF untuk memperkuat kerja sama, termasuk dalam bidang perwasitan.
Artan menjadi wasit non-Eropa pertama yang dipercaya memimpin Piala Super Eropa. Ia akan memimpin duel antara PSG selaku juara Liga Champions dan Aston Villa sebagai kampiun Liga Europa.
Penunjukan tersebut menjadi momen penting bagi Artan setelah impiannya memimpin pertandingan Piala Dunia 2026 kandas.
Wasit berusia 34 tahun itu sebelumnya masuk dalam daftar perangkat pertandingan FIFA untuk turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Namun, Artan tidak diizinkan memasuki Amerika Serikat setelah tiba di Bandara Internasional Miami pada 6 Juni.
US Customs and Border Protection (CBP) menyatakan yang bersangkutan dinilai tidak memenuhi syarat masuk setelah menjalani pemeriksaan tambahan karena alasan verifikasi keamanan.
FIFA kemudian memastikan Artan tidak dapat mengikuti persiapan maupun memimpin pertandingan di Piala Dunia.
Artan mengatakan kepada media bahwa dirinya memiliki visa yang sah dan sempat menjalani pemeriksaan selama berjam-jam di Miami.
Ia juga mengaku mendapat pertanyaan terkait politik Somalia dan kelompok militan Al-Shabaab. Namun, otoritas AS tidak memberikan penjelasan lebih spesifik mengenai alasan penolakannya selain menyebut adanya vetting concerns.
Kegagalan tampil di Piala Dunia kemudian dibalas dengan kesempatan di panggung Eropa. UEFA menyebut Artan sebagai salah satu wasit terbaik Afrika.
Ia masuk daftar wasit internasional FIFA sejak 2018 dan dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik CAF 2025. Artan juga dipercaya memimpin leg kedua final Liga Champions CAF 2025/2026.
Presiden CAF Patrice Motsepe menyebut penunjukan tersebut sebagai kehormatan bagi Artan sekaligus para wasit Afrika.
Menurutnya, kesempatan itu menunjukkan bagaimana sepak bola dapat mempertemukan dan menyatukan Afrika, Eropa, serta dunia.
Bagi Artan, penugasan di Salzburg menjadi kesempatan untuk kembali ke panggung internasional setelah kegagalan di Piala Dunia. Ia pun mengajak para wasit muda untuk tidak berhenti mengejar impian.
“Jangan pernah berhenti bermimpi,” kata Artan dalam wawancara yang dipublikasikan UEFA.




