Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump enggan mengungkapkan langkah selanjutnya dalam pembicaraan dengan Iran, namun mengisyaratkan bahwa AS tetap memiliki kemampuan untuk melakukan eskalasi militer besar-besaran.
Saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Trump mengatakan, "Anda akan segera tahu," ketika ditanya mengenai langkah lanjutan setelah putaran negosiasi terkini—yang sebelumnya ia sebut sebagai "kesempatan terakhir" bagi Iran sebelum kemungkinan adanya tindakan militer.
Ketika ditanya apakah "eskalasi besar-besaran" masih menjadi opsi yang dipertimbangkan, Trump mengatakan AS memiliki kemampuan untuk mengambil langkah tersebut jika ia memutuskan untuk melakukannya.
"Yah, kami memiliki kemampuan itu jika kami ingin melakukannya," ujar Trump, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa 11 Agustus 2026.
"Ya, Anda akan segera tahu,” imbuh Trump.
Presiden mengatakan AS akan menuntut ganti rugi atas kerusakan yang telah ditimbulkan Iran selama kurun waktu 50 tahun.
"Jika ada ganti rugi yang harus dibayarkan, menurut saya Iranlah yang harus membayarnya," tambahnya. Menyisir ranjau di seluruh selat Beralih ke Selat Hormuz, Trump mengatakan jalur air strategis tersebut dalam kondisi "terbuka."
"Yah, sekarang selat itu terbuka. Satu-satunya pihak yang memegang kendali atas Selat Hormuz saat ini adalah Angkatan Laut Amerika Serikat. Kami menerapkan blokade yang sangat efektif. Ini ibarat dinding baja; kami mengizinkan pihak-pihak tertentu untuk masuk—mereka bisa masuk dan keluar—jadi sebenarnya selat ini terbuka sekarang. Kami tidak membiarkan mereka masuk ke Iran. Mereka tidak diizinkan melintasi selat untuk menuju Iran, tetapi selat ini terbuka bagi pihak lain saat ini," kata Trump.
Ia mengakui bahwa Iran masih bisa mencoba mengganggu pelayaran, dengan mengatakan pasukan Iran bisa saja "sesekali menebar ranjau," namun ia mengklaim pasukan AS telah menemukan dan membersihkan ranjau di seluruh wilayah selat tersebut.
"Anda tahu, kami telah menyisir ranjau di seluruh selat—mungkin Anda pernah mendengarnya, atau mungkin belum. Namun, kami menguasai selat itu sepenuhnya. Nah, apakah mereka bisa membuat masalah? Ya, mereka bisa saja membuat masalah, tetapi kondisi keuangan mereka sedang hancur,” ujar Trump.
"Mereka tidak punya uang," kata Trump.




