OJK: Indeks literasi dan inklusi keuangan 2026 melampaui target RPJMN

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan, pencapaian indeks literasi dan inklusi keuangan pada 2026 telah melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Pemerintah menargetkan indeks literasi keuangan sebesar 69,35 persen dan inklusi keuangan sebesar 93 persen dalam RPJMN 2025-2029.

Sementara, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan tercatat sebesar 69,57 persen dan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.

“Kalau kita melihat standar dari negara-negara OECD, jelas sekitar 63 persen (indeks) literasi, angka yang tahun sebelumnya belum yang terbaru. Jadi sebetulnya angka-angka yang kita capai itu sangat sudah tinggi dan itu sudah melampaui target RPJMN,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers Hasil SNLIK Tahun 2026, di Jakarta, Senin.

Adapun survei indeks tersebut menggunakan metodologi survei dengan sampel yang tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Wawancara dilakukan menggunakan metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) melalui aplikasi FASIH Mobile. Pendataan lapangan dilakukan selama periode 26 Januari-18 Februari 2026 dengan jumlah responden sebanyak 75.000 orang. Survei ini merupakan kolaborasi antara Badan Pusat Statistik (BPS), OJK, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

BPS mencatat, berdasarkan klasifikasi wilayah, indeks literasi keuangan di perkotaan tercatat lebih tinggi, yakni sebesar 72,54 persen, dibandingkan dengan perdesaan sebesar 64,42 persen.

Sementara itu, indeks inklusi keuangan di perdesaan tercatat sebesar 90,39 persen, sedangkan di perkotaan mencapai 95,47 persen.

“Indeks inklusi keuangan 2026 perkotaan maupun pedesaan mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu di mana untuk perkotaan meningkat 0,99 persen basis poin sementara pedesaan meningkat 0,36 persen basis poin,” kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasa pula.

Berdasarkan jenis kelamin, indeks literasi keuangan laki-laki tercatat sebesar 69,61 persen, dan perempuan tercatat 69,54 persen.

Adapun indeks inklusi keuangan laki-laki mencapai 93,73 persen, dan perempuan tercatat 93,49 persen.

Berdasarkan jenis layanan keuangan, indeks literasi keuangan konvensional tercatat sebesar 69,57 persen, sedangkan indeks literasi keuangan syariah sebesar 43,07 persen.

Baca juga: BEI catat tambahan 9,9 juta investor dalam 7,5 bulan

Baca juga: BPS menilai cakupan survei pengaruhi penurunan indeks keuangan syariah


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral Siswi SD di Jember Diduga Jadi Korban Bullying, Dijambak hingga Ditendang
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Mendagri Tito Karnavian Sebut Inflasi Juli 2,88 Persen Masih Dalam Rentang Ideal
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Tahan 4 Tersangka Kasus Korupsi Iklan Bank BJB, Rugikan Negara Rp 223,6 M
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Pemprov Jatim Naikkan Belanja APBD-P 2026 Jadi Rp29,86 Triliun, Pendidikan hingga Infrastruktur Jadi Prioritas
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Transjakarta Akan Layani Rute Kepulauan Seribu, Apakah Pakai Bus? Ini Penjelasannya
• 4 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.