Pasuruan (beritajatim.com) – Satu unit kendaraan patroli milik Polsek Sukorejo dibakar oleh massa saat pengamanan bentrokan masyarakat di sekitar area Mapolsek Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Aksi anarkis tersebut terjadi secara mendadak di tengah upaya kepolisian menenangkan massa yang terlibat aksi saling hadang usai kembali dari wilayah Malang.
Kerusakan akibat amuk massa tersebut tidak hanya membakar satu mobil patroli, tetapi juga menyebabkan total tiga unit mobil dinas milik kepolisian mengalami kerusakan cukup parah. Petugas Polres Pasuruan telah melakukan evakuasi terhadap seluruh bangkai kendaraan dinas tersebut guna kepentingan identifikasi dan perbaikan.
“Saya menyampaikan bahwa benar tadi malam telah terjadi insiden di sekitar Polsek Sukorejo, di mana salah satu kendaraan patroli dari Polsek Sukorejo mengalami pembakaran oleh massa. Mobil kami yang rusak itu ada tiga ya, dan sudah kami evakuasi untuk kami benarkan nantinya,” kata Kapolres Pasuruan, AKBP Agung Harto Cahyono, Selasa (11/8).
Pihak kepolisian menegaskan bahwa bangunan Polsek Sukorejo sendiri bukanlah sasaran utama dari kemarahan kelompok massa yang berbuat anarkis. Keberadaan kendaraan dinas di lokasi tersebut murni bagian dari respons cepat petugas yang sedang mengamankan rombongan warga agar terhindar dari bentrokan fisik.
“Kalau lihat sepertinya tidak (Polsek jadi sasaran), karena kami hanya mengamankan orang masyarakat agar tidak bentrok saja. Titiknya satu ya, di titik di depan Mapolsek kita ini,” imbuhnya.
Saat ini tim penyidik Satreskrim Polres Pasuruan terus mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian guna mengungkap dalang di balik aksi pembakaran mobil patroli ini. Polisi memastikan belum ada pelaku yang ditangkap dan proses perburuan terhadap pihak yang bertanggung jawab sedang berjalan intensif.
“Kami belum mengamankan pihak mana pun, namun penyelidikan terus dilakukan untuk memastikan kronologis secara lengkap termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pembakaran tersebut. Untuk laporan warga sendiri yang menjadi korban saat ini belum ada yang masuk,” tambahnya.
Sementara itu, informasi mengenai kejadian perusakan maupun pembakaran sepeda motor di wilayah Pandaan masih dalam tahap pemeriksaan dan penyelidikan (lidik) oleh Polres Pasuruan. Pihak kepolisian meminta publik menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang mengganggu kondusivitas wilayah. (ada/ian)




