Sebuah sekolah di pusat kota Bangkok, Thailand, memperketat keamanan kepada para siswa pada Senin (10/8). Untuk pertama kalinya para guru melakukan pemeriksaan kepada para siswa sebelum diizinkan masuk ke area sekolah.
Satu persatu barang bawaan dan tas siswa secara diperiksa secara ketat. Pemeriksaan juga dilakukan menggunakan alat detektor logam.
Langkah ini dilakukan sebagai respons menyusul tragedi penembakan massal yang terjadi di Sekolah Debsirin Nonthaburi, pada Jumat (7/8).
Menurut polisi, seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun menembak kakek-neneknya sebelum melakukan aksi penembakan membabi-buta di sekolahnya di sebelah utara Bangkok.
Insiden berdarah itu dilaporkan menewaskan 8 orang, termasuk guru, siswa, dan pelaku yang mengakhiri hidupnya sendiri.
Melansir Reuters, pelaku setidaknya melepaskan 26 tembakan menggunakan senjata milik kakeknya. Sebanyak 34 butir peluru tambahan juga ditemukan di lokasi.
Selain korban tewas, lebih dari 20 orang terluka dalam insiden penembakan massal terburuk di Thailand sejak tahun 2022 ini.





