Harga Emas Dunia Hari Ini Berpotensi Naik, Cek Target dan Faktornya

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan pada Selasa, 11 Agustus 2026. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, momentum bullish masih mendominasi pergerakan harga emas, didukung indikator teknikal dan sentimen fundamental global.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan, selama tidak terjadi perubahan signifikan pada struktur teknikal maupun sentimen makroekonomi, peluang emas melanjutkan kenaikan masih terbuka. Dalam analisis teknikal pada time frame harian, harga emas masih menunjukkan kecenderungan bullish.

"Harga dinilai memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan menuju area resistance USD4.484 hingga USD4.592, yang menjadi target kenaikan berikutnya. Struktur pergerakan harga juga mengindikasikan buyer masih memegang kendali atas pasar, sehingga tekanan beli diperkirakan tetap lebih dominan dibandingkan tekanan jual," kata Geraldo dalam keterangan tertulis, Selasa, 11 Agustus 2026.

Geraldo menjelaskan tren kenaikan harga emas saat ini juga didukung indikator teknikal yang memberikan konfirmasi positif. Salah satunya Stochastic yang masih bergerak naik dan belum menunjukkan tanda kehilangan momentum.

Kondisi tersebut mengindikasikan kekuatan buyer masih cukup besar untuk mempertahankan tren bullish dalam jangka pendek hingga menengah. Menurut Dupoin Futures, selama indikator Stochastic belum memasuki fase pelemahan atau membentuk sinyal pembalikan arah, peluang kenaikan harga masih terbuka.

"Dengan kata lain, setiap koreksi yang mungkin terjadi diperkirakan masih bersifat terbatas dan lebih merupakan bagian dari dinamika pasar dibandingkan sinyal perubahan tren utama," ujar Geraldo.

Selain itu, struktur harga yang terus membentuk level tertinggi baru dinilai menunjukkan minat beli masih kuat. Kondisi tersebut memperlihatkan kepercayaan investor terhadap prospek emas masih terjaga di tengah ketidakpastian pasar global.

Meski demikian, Geraldo mengingatkan trader untuk tetap menerapkan manajemen risiko. Pergerakan harga dalam tren naik dapat disertai volatilitas lebih tinggi, terutama ketika mendekati area resistance. Karena itu, penentuan titik masuk dan pengelolaan risiko tetap menjadi faktor penting dalam perdagangan.

Baca Juga :

Harga Emas UBS dan Galeri 24 Kompak Stabil, Cek Daftarnya


(Ilustrasi. Foto: Unplash) Dukungan fundamental emas Dari sisi fundamental, Dupoin Futures menilai penguatan harga emas masih mendapat dukungan dari permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian terkait situasi di Selat Hormuz kembali menjadi perhatian investor global.

Jalur pelayaran tersebut memiliki peran penting dalam distribusi energi dunia sehingga potensi gangguan dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global.

"Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mengalihkan sebagian portofolionya ke instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk emas. Menurut Dupoin Futures, meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven menjadi salah satu faktor yang menopang kenaikan harga logam mulia dalam beberapa waktu terakhir," ujar Geraldo.

Harga emas juga telah mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir. Kondisi tersebut disebut dapat meningkatkan fenomena fear of missing out (FOMO) di kalangan investor yang khawatir kehilangan peluang dari tren kenaikan harga.

Dupoin Futures juga menyoroti permintaan emas dari Tiongkok sebagai salah satu faktor pendukung harga. Tiongkok merupakan salah satu pasar emas utama dunia, sementara perkembangan permintaan di negara tersebut dapat memengaruhi dinamika pasar emas global. Data inflasi AS jadi perhatian Fokus pasar selanjutnya tertuju pada rilis Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat. Data inflasi tersebut menjadi salah satu indikator penting yang dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Menurut Dupoin Futures, apabila inflasi menunjukkan perlambatan, peluang penurunan suku bunga dapat meningkat sehingga berpotensi memberikan sentimen positif bagi harga emas.

Sebaliknya, apabila inflasi tetap tinggi atau meningkat di atas perkiraan pasar, ekspektasi The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dapat kembali menguat.

"Kondisi tersebut berpotensi memperkuat dolar AS dan membatasi laju kenaikan emas dalam jangka pendek. Meski demikian, selama sentimen safe haven masih mendominasi dan tekanan beli tetap kuat, ruang penguatan dinilai masih terbuka," kata dia.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas masih berada dalam fase bullish dengan peluang menuju area resistance USD4.484 hingga USD4.592.

"Selama tidak muncul sentimen negatif yang mampu mengubah struktur pasar secara signifikan, Dupoin Futures menilai emas masih memiliki peluang untuk mempertahankan momentum kenaikannya dalam beberapa sesi perdagangan mendatang," ujar Geraldo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Momen Paskibraka Gelar Gladi di Istana Merdeka Jelang HUT Ke-81 RI
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Mensesneg soal Kejutan di Perayaan HUT 81 RI di Istana: Tunggu Saja
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Sidang Perdana Dugaan Korupsi Kuota Haji Yaqut Digelar Hari Ini
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Tiga Daerah pada Hari Pertama Roadshow Golkar Sulsel; Kader Buktikan Rindu Dan Cinta Ke IAS
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Solusi Prabowo Atasi Susah Gaji PPPK di Pelbagai Daerah
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.