Satgas PRR Dorong Penanganan Terpadu Jalan dan Sungai untuk Pulihkan Akses Padang Pariaman

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

KOMPAS.com — Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong penanganan segera sejumlah ruas jalan putus dan rawan longsor di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar). 

Langkah itu diperlukan untuk memulihkan akses pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi bagi sekitar 300 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.000 jiwa yang terdampak.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) Satgas PRR pada Senin (10/8/2026), terdapat lima titik kerusakan yang membutuhkan penanganan.

Empat titik berada di ruas Jalan Batu Basa–Batas Sei Pingai yang menghubungkan Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam.

Sementara itu, satu titik lainnya berada di Jalan Kelok Dama, Kampung Tanjuang, Nagari Kudu Gantiang.

Baca juga: Serapan TKD Aceh Barat Naik Signifikan, Satgas PRR Dorong Pemulihan Bergerak Lebih Cepat

Kondisi paling mendesak terdapat pada salah satu titik di ruas Batu Basa–Batas Sei Pingai yang putus akibat banjir pada 3 Agustus 2026.

Warga, termasuk pelajar, terpaksa melintasi sungai ketika debit air rendah atau menggunakan kendaraan roda dua untuk tetap beraktivitas. Saat air meningkat, akses masyarakat praktis terhenti.

Ketua Tim Monev Sumatera Barat (Sumbar) Satgas PRR Yopie Indra Sepang mengatakan, kondisi tersebut harus segera dicarikan solusi agar masyarakat tidak terus menanggung risiko akibat putusnya akses.

“Dampak banjir 3 Agustus 2026 menyebabkan jalan putus. Aktivitas masyarakat, termasuk anak sekolah, harus melalui sungai yang kering,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (11/8/2026). 

Yopie mengatakan, kondisi tersebut semakin menyulitkan masyarakat ketika debit air sungai meningkat. Saat air tinggi, masyarakat tidak dapat beraktivitas dan anak-anak tidak bisa bersekolah.

Baca juga: Pacu Pemulihan Aceh, Satgas PRR Selaraskan Realisasi TKD dan Program K/L

“Satgas PRR menemukan di lapangan agar segera dicarikan solusi supaya masyarakat bisa tertolong,” katanya.

Selain titik jalan yang putus, kerusakan juga terjadi di Durian Taba, Korong Sungai Pingai, dengan lebar badan jalan berkurang sekitar 50 persen akibat gerusan dan longsor.

Kerusakan serupa juga ditemukan di Simpang Tiga Padang Gantiang Sungai Pingai. Sebagian badan jalan di lokasi tersebut hilang akibat banjir.

Kedua kerusakan baru tersebut belum masuk dalam Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) serta belum memiliki dukungan anggaran penanganan.

Proses perbaikan jalan

Satgas PRR menilai pemulihan tidak cukup dilakukan dengan memperbaiki badan jalan. Penanganan juga perlu mempertimbangkan faktor yang menyebabkan kerusakan berulang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Percepat Pemulihan Peternak Terdampak Bencana Sumatera, Satgas PRR Siapkan Bantuan Pakan Ternak di Aceh


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Wacanakan Guru PPPK Ditarik Jadi ASN Pusat, DPR: Iya kan Tugas dan Kewajibannya Sama
• 27 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Usai Bercerai, Dahlia Poland Akui Jadi Lebih Selektif Dalam Memilih Pasangan
• 27 menit lalugrid.id
thumb
5 Rekomendasi Drakor dengan Karakter Pria Paling Green Flag, Salah Satunya Dibintangi Lee Jun Hyuk
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Mendagri Ungkap Opsi Skema Pengangkatan Guru Honorer: Jadi ASN Daerah atau Pusat
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
32 Pramuka Garuda Kota Tangerang Siap Berprestasi di Jambore Nasional XII Cibubur
• 13 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.