Pantau - Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menunjuk enam komandan militer baru untuk menduduki sejumlah posisi strategis dalam angkatan bersenjata Iran di tengah perkembangan keamanan dan ketidakpastian perundingan dengan Amerika Serikat.
Penunjukan tersebut diumumkan melalui sejumlah dekret terpisah yang dipublikasikan di laman resmi Mojtaba Khamenei pada Senin (10/8/2026).
Mojtaba menunjuk Ali Abdollahi sebagai kepala staf angkatan bersenjata Iran dan Kioumars Heydari sebagai wakil kepala staf angkatan bersenjata Iran.
Ia juga menunjuk Ahmad Vahidi sebagai komandan utama Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dan Mostafa Izadi sebagai wakil komandan IRGC.
Ali Azmaei ditunjuk sebagai komandan Angkatan Laut IRGC, sedangkan Hossein Taeb dipercaya menjadi komandan pasukan sukarelawan Basij IRGC.
Iran Merombak Jajaran Komando MiliterPenunjukan enam komandan tersebut berlangsung beberapa bulan setelah konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran pada 28 Februari 2026 yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, sejumlah komandan militer senior, serta warga sipil.
Iran kemudian merespons dengan serangkaian serangan rudal dan pesawat nirawak yang menargetkan pangkalan serta aset Israel dan Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai kemudian tercapai pada 8 April 2026.
Perundingan Iran-AS Diliputi KetidakpastianIran dan Amerika Serikat pada Juni 2026 menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding mengenai pengakhiran perang di seluruh front, termasuk Lebanon.
Kedua negara dijadwalkan menggelar negosiasi dalam jangka waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan final.
Namun, eskalasi terbaru di kawasan membuat kelanjutan perundingan tersebut berada dalam ketidakpastian.
Mojtaba Khamenei merupakan putra Ali Khamenei yang terpilih sebagai pemimpin tertinggi baru Iran pada Maret 2026.
Mojtaba belum muncul di hadapan publik sejak terpilih, tetapi Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Senin menyatakan bahwa pemimpin tertinggi tersebut dalam keadaan sehat.




