Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) di bidang pengelolaan dan operasional terminal nonpetikemas, mencatatkan pertumbuhan arus barang yang positif sepanjang Semester I 2026. Total arus barang yang dikelola mencapai 59,59 juta ton per m3, tumbuh 10,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Merujuk laporan resmi Pelindo, Selasa (11/8/2026), pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan sejumlah segmen komoditas utama. Arus General & Bag Cargo tercatat sebesar 14,56 juta ton per m3, meningkat dari 13,72 juta ton/m3 pada 2025 atau tumbuh 6,11 persen.
Sementara itu, komoditas Curah Cair mencapai 14,41 juta ton, naik dari 13,34 juta ton pada periode yang sama tahun lalu atau tumbuh 7,97 persen.
Segmen Curah Kering mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan realisasi 30,63 juta ton, meningkat dari 26,69 juta ton pada 2025 atau tumbuh 14,74 persen. Adapun arus komoditas Gas mencapai 8,12 juta MMBTU, meningkat dari 7,77 juta MMBTU atau tumbuh 4,49 persen.
Pada periode yang sama, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo membukukan laba periode berjalan sebesar Rp2,57 triliun pada semester I 2026, tumbuh 60,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan laba juga ditopang oleh meningkatnya aktivitas operasional di pelabuhan. Hingga Juni 2026, arus peti kemas yang dikelola Pelindo mencapai 9,96 juta TEUs, naik 7 persen dibandingkan semester I 2025. Peningkatan volume tersebut mencerminkan pertumbuhan aktivitas logistik dan pergerakan barang yang menjadi indikator aktivitas ekonomi riil.
Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar mengatakan, peningkatan laba berasal dari kombinasi pertumbuhan pendapatan yang mengikuti kenaikan volume layanan serta pengelolaan biaya yang lebih efisien.
"Pertumbuhan laba Pelindo ditopang oleh kombinasi antara peningkatan pendapatan yang sejalan dengan pertumbuhan kinerja operasional dan pengendalian beban usaha yang lebih disiplin," ujar Achmad beberapa waktu lalu.
Untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan tersebut, Pelindo melanjutkan transformasi korporasi melalui penyederhanaan struktur perusahaan (corporate streamlining) sebagai bagian dari agenda transformasi yang dijalankan Danantara Indonesia.
Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan efektivitas tata kelola perusahaan, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta mengurangi duplikasi fungsi maupun transaksi antarentitas di dalam grup.
Baca Juga: Perkuat Pengawasan, Pelindo Rangkul Dua Komisaris Baru
Baca Juga: Pelindo Group Perkuat Jejaring Kemitraan Industri untuk Menciptakan Dampak Ekonomi yang Lebih Luas
"Penyederhanaan struktur korporasi diarahkan untuk membangun tata kelola yang lebih efektif, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta mengurangi duplikasi fungsi dan transaksi antarperusahaan di dalam grup. Dengan struktur yang lebih sederhana, setiap entitas dapat semakin fokus pada bisnis inti dan penciptaan nilai," kata Achmad.
Selain restrukturisasi organisasi, Pelindo juga melanjutkan berbagai program peningkatan efisiensi operasional. Upaya tersebut dilakukan melalui standardisasi layanan kepelabuhanan, digitalisasi proses bisnis, peningkatan produktivitas terminal, serta optimalisasi perencanaan dan pengendalian operasi.





