Pelaku Mutilasi di Depok Idap HIV, Polisi Pastikan Beraksi Sendiri

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi di Cipayung. Pelaku, Saepullah (26) diketahui mengidap HIV dan harus rutin membawa obat.

Meski mengidap HIV, polisi memastikan kondisi tersebut tidak memengaruhi aksi pelaku. Pembunuhan dilakukan dalam kondisi sadar dan dilatarbelakangi motif ekonomi.

Hal itu terlihat dalam rekonstruksi kasus yang digelar hari ini, Selasa (11/8). Pelaku masuk ke dalam kontrakan sambil menggenggam obat yang diduga merupakan obat antiretroviral (ARV) jenis TLD.

TLD merupakan kombinasi obat antiretroviral yang digunakan dalam terapi HIV. Obat tersebut berfungsi menekan jumlah virus dalam darah hingga tidak terdeteksi, membantu memulihkan sistem kekebalan tubuh, serta mencegah perkembangan infeksi HIV menjadi AIDS.

"Obatnya kami duga, itu dari hasil pemeriksaan kami, dia menderita penyakit HIV," kata Kanit 1 Resmob PMJ Kompol Dimitri Mahendra, Selasa (11/8/2026).

Dimitri membenarkan bahwa pelaku diharuskan rutin membawa obat tersebut.

"Jadi dia diharuskan bawa gitu ya, Pak? Iya," jawabnya saat ditanya wartawan.

Polisi memastikan kondisi kesehatan pelaku tidak memengaruhi aksi pembunuhan. Menurut polisi, pelaku melakukan pembunuhan secara sadar dengan tujuan menguasai barang milik korban.

"Tidak, tidak di bawah pengaruh apa pun. Murni karena niat dia untuk menguasai barang milik korban," tegas Dimitri.

Terkait sudah berapa lama pelaku mengidap HIV, polisi masih melakukan pendalaman.

"Kami dalami lagi nanti," kata Dimitri.

Teman Pelaku Tidak Terlibat

Dalam kasus ini, sempat muncul dugaan keterlibatan orang lain berinisial J. Namun, polisi memastikan J tidak terlibat dalam pembunuhan dan hanya berstatus sebagai saksi.

"Temannya ini, inisial J ini, ini merupakan teman dari si pelaku ini. Tetapi untuk terkait peristiwa pembunuhan yang dilaporkan oleh keluarga korban, ini murni dilakukan oleh si pelaku sendiri," ujarnya.

J disebut sempat datang ke lokasi kejadian. Namun, dia ketakutan setelah melihat alat pel dan mencium bau darah.

"Kemudian dia langsung pergi ke rumahnya dan tidak kembali lagi ke sini. Jadi kami pastikan di sini bahwa temannya ini tidak terlibat," jelas Dimitri.

J kini berstatus sebagai saksi.

Polisi juga menyebut adanya dugaan disorientasi seksual pada pelaku. Pelaku disebut tergabung dalam beberapa komunitas sesama jenis. Informasi tersebut masih dalam proses pendalaman.

"Mungkin bagi masyarakat yang mengetahui, apabila si pelaku ini pernah melakukan di tempat lain, tolong laporkan ke kami," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polusi Disorot Saat Laga AC Milan vs Chelsea, Pramono Siapkan Hujan Buatan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Ada Diskon Tiket Kereta Api 17 Persen Saat HUT ke-81 RI, Simak Cara Dapatnya
• 30 menit lalukompas.com
thumb
Bantu Pemulihan Pascabanjir Padang, Kementerian PU Salurkan 2 Mobil Tangki Air Bersih
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Pemimpin Tertinggi Iran Menunjuk Enam Komandan Militer Baru di Tengah Ketidakpastian Kawasan
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Freeport Sudah Ajukan Perpanjangan Izin Tambang (IUPK), Ini Kata ESDM
• 15 menit lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.