Siswa SMKN 5 Takalar Ditebas Rekan Siswa, Tangan Luka Robek hingga Harus Jalani Operasi

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, TAKALAR – Seorang siswa kelas X SMKN 5 Takalar, Muhammad Saleh Alba Paki (15), menjadi korban dugaan penganiayaan yang terjadi di lingkungan sekolah, Desa Cikoang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Selasa, 11 Agustus.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban diduga dianiaya oleh sesama siswa menggunakan parang. Insiden tersebut mengakibatkan korban mengalami luka robek pada bagian lengan dan harus mendapatkan penanganan medis.

Direktur RS H. Padjonga Daeng Ngalle, dr. Ruslan, membenarkan adanya seorang siswa SMKN 5 Takalar yang sedang menjalani perawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Yang bersangkutan sementara berada di IGD dan mengalami luka robek pada lengannya. Rencananya hari ini akan dilakukan operasi,” ujar dr. Ruslan, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, kondisi korban saat ini relatif stabil dan tidak dalam keadaan kritis. Penanganan medis dilakukan segera setelah korban tiba di rumah sakit.

“Untuk kondisinya saat ini tidak kritis karena cepat kami tindaklanjuti dan ditangani oleh tenaga medis,” tambahnya.

Kasat Reskrim Polres Takalar, Iptu Harianto, mengaku belum dapat memberikan keterangan secara rinci terkait dugaan penganiayaan tersebut. Ia mengatakan masih mengikuti sejumlah agenda kedinasan.

“Nanti kami cek karena saya tadi pagi sertijab sampai siang, lanjut sertijab. Langsung tanya ke penyidik karena saya masih lanjut acara,” kata Iptu Harianto.

Ia mengarahkan agar informasi lebih lanjut dikonfirmasi kepada Kanit PPA Polres Takalar, Ipda Syaiful, mengingat pihak yang terlibat dalam perkara tersebut masih berstatus anak.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Ipda Syaiful belum mendapatkan tanggapan.

Pihak sekolah juga masih belum memberikan keterangan. Kepala SMKN 5 Takalar, Syarifuddin, belum berhasil dikonfirmasi terkait insiden tersebut.

Insiden ini turut mendapat perhatian dari LSM Pemantik Takalar. Aktivis lembaga tersebut, Suwandi, menyayangkan adanya dugaan penggunaan senjata tajam di lingkungan sekolah.

Ia mempertanyakan bagaimana seorang siswa dapat membawa parang masuk ke area sekolah hingga akhirnya terjadi dugaan penganiayaan.

“Ini yang menjadi pertanyaan, kenapa siswa bisa membawa parang masuk ke sekolah? Berarti ada dugaan lemahnya pengawasan selama ini di lingkungan SMKN 5 Takalar yang dinahkodai Syarifuddin sebagai kepala sekolah,” tegas Suwandi.

Menurutnya, pihak sekolah perlu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kronologi kejadian serta langkah yang dilakukan untuk mencegah insiden serupa kembali terjadi.

Hingga berita ini diterbitkan, kronologi lengkap dugaan penganiayaan tersebut belum diketahui secara pasti. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman, sementara pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi. (mgs)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tancap Gas 10 Proyek Pengembangan Baru, WINR Tambah Kepemilikan Saham di Anak Usaha
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
4 Ciri Kepribadian yang Orang yang Suka Impulsif Belanja
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Update Gempa Kolombia, Korban Tewas Bertambah 132 Orang, Ratusan Lainnya Terluka
• 6 jam laludisway.id
thumb
Pemerintah Siapkan Perubahan Sebutan Pemulung Menjadi Pemilah Sampah agar Diakui Secara Formal
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Family Experience Makin Diminati, Apa yang Dicari Keluarga?
• 17 jam laluherstory.co.id
Berhasil disimpan.