Update Terbaru Perang Iran, Trump Sebut AS Kuasai 100% Selat Hormuz

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Christian Hartmann

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku telah menguasai "100%" jalur Selat Hormuz. Menurutnya Angkatan Laut AS kini memiliki kendali penuh atas jalur pelayaran minyak dunia tersebut.

"Sekarang sudah terbuka," katanya berbicara kepada wartawan di Ruang Oval, Senin waktu setempat, sebagaimana dikutip CNBC International, Selasa (11/8/2026).

"AS satu-satunya pihak yang saat ini menguasai Selat Hormuz," tambahnya.


Baca: Trump Siapkan 'Mesin Pembunuh Baru' Iran, Selat Hormuz Makin Ngeri

Trump pun menggambarkan posisi AS sebagai "tembok baja". Menurutnya semua ranjau yang dipasang Iran secara sporadis sudah dihilangkan.

"Mereka terkadang memasang ranjau, dan kami menemukan ranjaunya," ujarnya.

Baca: Ada 'Bensin' Baru, Singapura Naikkan Proyeksi Ekonomi 2026

AS telah memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak pertengahan April. Sementara itu, pejabat Iran bersikeras bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai AS memenuhi tuntutan mereka, termasuk mencabut blokade.

Sebenarnya, pembicaraan Iran dengan Oman tengah dilakukan mengenai pengaturan pelayaran di Selat Hormuz. Tapi, hal itu tidak akan membuat jalur perairan ini sepenuhnya dibuka kembali.

Baca: Eks Anggota Dewan Tembak Pejabat Pemda Gara-Gara Utang, Didor di Mobil

Sementara itu, Selasa dini hari, Trump membuat unggahan di Truth Social. Ia mengatakan tuntutan Teheran agar AS membayar kompensasi atas kerusakan akibat perang memberinya "ide menarik".

Trump mengatakan Iran seharusnya justru memberikan kompensasi kepada AS atas warga Amerika yang tewas atau terluka dalam serangan bom pinggir jalan dan serangan lainnya yang dikaitkan dengan Iran. Ia juga menuntut kompensasi atas warga Iran yang menurutnya telah tewas selama 50 tahun terakhir akibat tindakan rezim Iran.

Kementerian Luar Negeri Iran pada Selasa membalas tekanan tersebut dari sisi ekonomi. Juru bicara kementerian, Esmaeil Baqaei, menyebut sanksi AS telah "mencekik" Iran.

Baqaei mengatakan Washington memilih sanksi setiap kali diplomasi gagal dan terus meningkatkan sanksi ketika langkah tersebut tidak berhasil. Menurutnya, pola tersebut kini lebih menyerupai "kecanduan kompulsif" daripada sebuah "kebijakan".

Di sisi lain, harga minyak melonjak pada Senin akibat pernyataan kedua belah pihak, membalikkan penurunan singkat pada pekan sebelumnya. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik sekitar 5% dan ditutup di sekitar US$82,13 per barel sementara itu, harga minyak mentah Brent juga naik sekitar 5% menjadi sekitar US$87,72 per barel.

Baca: Demo Pemuda Menuju Parlemen, Polisi Tembak Gas Air Mata & Meriam Air

(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:
Video: AS-Iran Kembali Panas dan Saling Serang

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kesalahan Kecil saat Olahraga yang Berbahaya jika Terus Dilakukan
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
KI DKI kembangkan layanan penyelesaian sengketa informasi
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Meluncur di BEI, Pegadaian Jadi Satu-satunya Bullion Bank Underlying Provider ETF Emas di Indonesia
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
KRP rawat tradisi dan perjuangan Reyog jadi warisan budaya dunia
• 4 menit laluantaranews.com
thumb
Daihatsu Bukukan 591 SPK Selama GIIAS 2026
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.