Setiap anak punya cara sendiri untuk menikmati waktu bersama orang tuanya. Ada yang paling senang ketika diajak bermain, sementara yang lain merasa nyaman saat dipeluk atau mendapatkan perhatian penuh dari orang tua.
Menariknya, sebuah studi menemukan adanya pola berbeda dalam momen bahagia anak bersama ayah dan ibu. Bermain lebih sering menjadi momen bahagia anak bersama ayah, sementara kedekatan dan afeksi lebih banyak muncul saat anak bersama ibu.
Momen Bermain Lebih Sering Terjadi Bersama AyahTemuan tersebut berasal dari penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Happiness Studies pada 2024 berjudul Happy Moments between Children and Their Parents: A Multi-method and Multi-informant Perspective.
Penelitian ini melibatkan 154 anak berusia 6–13 tahun, bersama ibu dan ayah mereka. Para peneliti ingin mengetahui seperti apa momen yang membuat anak merasa bahagia ketika menghabiskan waktu bersama kedua orang tuanya.
Hasilnya menunjukkan, anak hampir delapan kali lebih mungkin menyebut aktivitas bermain sebagai momen bahagia ketika bersama ayah dibandingkan ketika bersama ibu.
Artinya, aktivitas seperti bermain bersama, melakukan kegiatan menyenangkan, atau menghabiskan waktu untuk bersenang-senang tampaknya menjadi salah satu bentuk interaksi yang cukup kuat dalam hubungan anak dan ayah.
Pelukan Lebih Identik dengan Momen Bersama IbuBerbeda dengan ayah, momen yang melibatkan afeksi atau kedekatan emosional lebih sering dilaporkan anak ketika bersama ibu.
Dalam penelitian tersebut, anak hampir enam kali lebih mungkin menyebut momen afeksi sebagai pengalaman bahagia bersama ibu dibandingkan ayah.
Afeksi dalam penelitian ini mencakup kedekatan emosional dan kontak fisik, seperti berpelukan atau cuddling.
Jadi, tidak heran bila momen sederhana seperti duduk berdekatan, dipeluk, mendapatkan sentuhan penuh kasih sayang, atau sekadar merasa dekat dengan ibu bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak.
Meski menemukan pola tersebut, penelitian ini tidak berarti anak hanya membutuhkan ayah untuk bermain dan ibu untuk mendapatkan kasih sayang.
Baik ayah maupun ibu sama-sama dapat menjadi sumber kebahagiaan bagi anak. Perbedaan yang ditemukan lebih menunjukkan bahwa jenis interaksi tertentu lebih sering muncul dalam momen bahagia anak bersama masing-masing orang tua.
Bahkan, bermain dengan anak bukanlah peran eksklusif ayah. Begitu pula dengan memberikan pelukan dan menunjukkan kasih sayang bukan hanya tugas ibu.
Yang terpenting, anak mendapatkan kesempatan untuk membangun hubungan yang hangat dengan kedua orang tuanya melalui berbagai bentuk interaksi.
Sebab, bagi anak, kebahagiaan tidak selalu datang dari aktivitas besar atau hadiah mahal. Bermain bersama, tertawa, dipeluk, atau sekadar mendapatkan perhatian penuh dari ayah dan ibu pun bisa menjadi momen sederhana yang membekas.





