Jakarta: Tingkat kemakmuran suatu negara tidak selalu dapat dilihat hanya dari besarnya pendapatan masyarakat. Faktor kesehatan, pendidikan, kualitas lingkungan, hingga pemerataan kesempatan juga menjadi bagian penting dalam menentukan seberapa sejahtera kehidupan masyarakat di sebuah negara.
Lantas, negara mana yang memiliki tingkat kemakmuran tertinggi di Asia Tenggara pada 2026? Berdasarkan Freedom and Prosperity Indexes 2026 yang dirilis Atlantic Council, Singapura menempati posisi teratas di kawasan Asia Tenggara.
Indeks tersebut mengukur tingkat kemakmuran di 171 negara dengan menggunakan data hingga 2025. Semakin tinggi skor yang diperoleh, semakin tinggi pula tingkat kemakmuran suatu negara. 6 Indikator Negara Paling Makmur Dalam Freedom and Prosperity Indexes 2026, Atlantic Council menggunakan enam komponen dengan bobot yang sama untuk mengukur kemakmuran.
Keenam indikator tersebut meliputi:
- Pendapatan
- Kesehatan
- Pendidikan
- Lingkungan
- Kesempatan bagi kelompok minoritas
- Ketimpangan pendapatan
Baca Juga :
Triwulan II Tumbuh 5,29%, Airlangga: Ekonomi Indonesia di Atas Rata-rata GlobalIlustrasi freepik
Berikut daftar negara Asia Tenggara dengan skor kemakmuran tertinggi berdasarkan Freedom and Prosperity Indexes 2026:
- Singapura
- Skor: 86,5
- Peringkat dunia: 18
- Thailand
- Skor: 70,3
- Peringkat dunia: 70
- Malaysia
- Skor: 70,1
- Peringkat dunia: 71
- Vietnam
- Skor: 69,0
- Peringkat dunia: 77
- Filipina
- Skor: 62,4
- Peringkat dunia: 102
- Indonesia
- Skor: 61,0
- Peringkat dunia: 107
- Timor-Leste
- Skor: 57,8
- Peringkat dunia: 113
- Kamboja
- Skor: 57,4
- Peringkat dunia: 115
- Laos
- Skor: 55,5
- Peringkat dunia: 122
- Myanmar
- Skor: 54,0
- Peringkat dunia: 126
Meski demikian, peringkat tersebut tidak bisa diartikan hanya sebagai gambaran kekuatan ekonomi Indonesia. Pasalnya, indeks Atlantic Council menggunakan sejumlah indikator untuk melihat kondisi masyarakat secara lebih luas.
Pendapatan, kesehatan, dan pendidikan menjadi beberapa aspek yang berperan dalam menentukan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, kualitas lingkungan, pemerataan pendapatan, serta kesempatan bagi kelompok minoritas digunakan untuk melihat sejauh mana hasil pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas.
Baca Juga :
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Moncer, Singapura Naikkan Proyeksi pada 2026Kemajuan paling kuat terlihat pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pendapatan. Sementara itu, peningkatan kualitas lingkungan dan pemerataan pendapatan berjalan lebih lambat.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kemakmuran tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi. Negara juga perlu memastikan peningkatan kualitas hidup dan hasil pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.
(Angel Rinella)




