Kebakaran Bromo Capai 899 Hektare, Petugas Berupaya Putus Jalur Rambatan

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Malang: Komandan Sektor Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, menyatakan tim gabungan tengah melakukan penanganan kebakaran di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, dengan area terdampak seluas 899,35 hektare hingga Selasa, 11 Agustus 2026.

"Kebakaran yang bermula sejak 3 Agustus 2026 ini diperkirakan telah berdampak pada lahan seluas 899,35 hektare," kata Wahyu, yang juga Danrem 083/Baladhika Jaya, dalam keterangan resmi yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur.

Baca Juga :

Api Kembali Muncul di Bromo Pagi Ini Ia menyampaikan, operasi pemadaman dilakukan secara terintegrasi lintas sektor yang meliputi kementerian, TNI, Polri, serta empat pemerintah daerah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang. Pihaknya memastikan upaya pengendalian titik api berhasil dilakukan sehingga tidak sampai menambah luas area terdampak.

"Saat ini, fokus intervensi menyisakan titik api aktif, yaitu di Watangan 817,342 hektare, Argowulan 25,393 hektare, dan Dingklik, Pakis Bincil, Mungal 56,65 hektare," jelas dia.

Meski demikian, ia menyampaikan bahwa upaya pemadaman api memiliki tantangan tersendiri, seperti faktor angin dan cuaca kemarau, serta kondisi kabut tebal yang menyebabkan terbatasnya jarak pandang pilot helikopter pengebom air saat pelaksanaan pemadaman dari sisi udara.

"Hari ini kami mengoptimalkan dua unit helikopter untuk water bombing dari sebelumnya tiga unit, menyesuaikan dengan dinamika cuaca dan visual pilot di lapangan. Prioritas kami adalah memutus jalur rambatan agar tidak meluas ke area vegetasi baru," ujarnya.


Kebakaran hutan di area Kaldera Bromo yang semakin meluas. Foto: Dokumentasi Balai Besar TNBTS.

Berdasarkan hasil analisis awal yang telah dilakukan, pemicu kebakaran dinilai sangat kecil jika dikaitkan dengan faktor alam. Mengingat karakteristik di kawasan Bromo masih terdapat tingkat kelembapan tertentu, sekalipun cuaca saat ini sedang musim kemarau.

"Sebagai langkah antisipasi lanjutan guna memastikan api tidak kembali berkobar, posko terpadu di bawah tanggung jawab Dandim 0820/Probolinggo, Letkol Inf Ribut Yodo Aprianto, telah menyusun rencana tindak lanjut, yakni patroli terpadu berkala, stationing personel gabungan, serta manajemen informasi publik," jelas dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aturan Baru BGN: Makanan MBG Dikonsumsi Maksimal 4 Jam setelah Dimasak, Tidak Boleh Dibawa Pulang
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Fakta di Balik Orang yang Hobi Nyinyir Menurut Ilmu Psikologi
• 23 jam lalubeautynesia.id
thumb
Makassar Perkuat Penelusuran TBC, Sasar 33.900 Warga
• 8 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Harga Minyak Melonjak 5 Persen, Harapan Pembukaan Selat Hormuz Meredup
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judol, Ada yang Main di Jam Kantor
• 4 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.