Gelaran iNews Campus Connect (ICC) kembali hadir. Kali ini, sekira 13 ribu mahasiswa baru dari lebih 10 fakultas Universitas Padjadjaran (Unpad) hadir.
IDXChannel - Gelaran iNews Campus Connect (ICC) kembali hadir. Kali ini, sekira 13 ribu mahasiswa baru dari lebih 10 fakultas Universitas Padjadjaran (Unpad) menjadi saksi keseruan acara yang menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan praktisi ini.
"Sampurasun," kata pembawa acara.
"Rampes," disahut para maba.
Bertempat di gelanggang olahraga Djati Kampus Unpad Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, ICC memulai keseruan acara lewat diskusi soal keuangan, Selasa (11/8/2026). Para maba yang duduk di atas lapangan hijau tampak antusias menyerap pengetahuan soal bagaimana melek finansial sejak muda.
Salah satu narasumber, Financial Planner Rista Zwestika menyampaikan, kawula muda mesti bisa membedakan apa yang menjadi kebutuhan wajib dan keinginan. Jangan sampai keinginan seperti hal konsumtif memakan budget untuk membayar sewa kos, apalagi uang bayar kuliah juga dipakai.
"Jadi kalau ada dikasih orang tua Rp5 juta, sisihkan sebagiannya untuk menabung atau diputar lagi uangnya untuk hal-hal yang produktif," kata Rista.
Perspektif lain diutarakan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Junanto Herdiawan. Dia menyerukan kepada maba Unpad agar jeli dan hati-hati dalam berinvestasi.
Soal investasi ini, Junanto bilang untuk pastikan instrumen perputaran uang mesti di platform terverifikasi otoritas.
Junanto juga mengingatkan soal kehati-hatian dalam bertransaksi digital. Pastikan mengamankan diri dari serangan siber yang dapat merugikan finansial, seperti manipulasi OTP atau phising yang saat ini marak terjadi.
"Jadi jangan terpancing imbal hasil tinggi, tapi pastikan investasinya resmi atau tidak. Juga harus melek terkait transaksi digital," kata Junanto.
Bagi BI, kata Junanto, perputaran uang dari transaksi digital sampai investasi menjadi hal yang disorot pula oleh otoritas. Sebab, dari perputaran uang, akan terjadi pula perputaran ekonomi.
Senada, Presiden Direktur PT Visionet Internasional (OVO) Karaniya Dharmasaputra menekankan penggunaan uang digital. Dia mengaku paham betul tren anak muda dan masyarakat luas hari ini tidak terlepas dari transaksi secara cashless atau tanpa uang kertas.
"Kalau kita menggunakan uang elektronik, ada tiga yang penting. Yang pertama autentikasi, untuk pastikan siapa penggunanya. Pastikan jasa uang elektronik itu sudah punya sistem anti-fraud yang kuat dan ketiga pastikan penyedia uang elektronik sudah manfaatkan AI untuk menangkal kejahatan siber," kata Karaniya.
(Dhera Arizona)





