JAKARTA, KOMPAS.TV - Wasit asal Somalia, Omar Artan, bersiap mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola dunia setelah resmi ditunjuk untuk memimpin laga bergengsi UEFA Super Cup 2026.
Penunjukan ini menjadi momentum pembuktian sekaligus pencapaian istimewa bagi Artan, yang sebelumnya sempat batal bertugas di ajang Piala Dunia 2026 akibat ditolak masuk ke wilayah Amerika Serikat (AS) meskipun mengantongi visa yang sah.
Melansir laman resminya, Selasa (11/8/2026) UEFA menjelaskan penugasan Artan merupakan implementasi konkret dari kesepakatan kerja sama strategis dengan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang disahkan tahun ini.
Kemitraan tersebut berfokus pada penguatan kolaborasi antarwilayah, termasuk dalam hal pertukaran dan penunjukan perangkat pertandingan.
Baca Juga: Wasit Piala Dunia 2026 yang Ditolak Masuk AS Pulang ke Somalia, Disambut bak Pahlawan
Artan dijadwalkan mengawal duel sengit antara juara Liga Champions, Paris Saint-Germain (PSG), menghadapi kampiun Liga Europa, Aston Villa, di Salzburg, Austria, pada Kamis (13/8/2026).
Penugasan ini menobatkan dirinya sebagai wasit non-Eropa pertama yang dipercaya memimpin partai Super Cup Eropa.
Presiden CAF Patrice Motsepe menilai kepercayaan yang diberikan kepada Artan sebagai pencapaian monumental, tidak hanya bagi sang wasit pribadi tetapi juga bagi lanskap sepak bola benua Afrika secara keseluruhan.
"Ini adalah kehormatan besar bagi Omar Artan dan bagi para wasit Afrika," kata Motsepe dikutip dari situs resmi UEFA.
Di usianya yang menginjak 34 tahun, Artan telah menancapkan reputasinya sebagai salah satu pengadil lapangan terbaik di Afrika.
Baca Juga: Kata Presiden FIFA soal Wasit Piala Dunia 2026 asal Somalia yang Ditolak Masuk AS
Dia mengukir sejarah sebagai wasit pertama asal Somalia yang memimpin laga final leg kedua CAF Champions League 2025-26, hingga akhirnya dianugerahi penghargaan Wasit Pria Terbaik CAF 2025.
Meski terpukul oleh kegagalan memimpin laga Piala Dunia, Artan berharap perjalanan kariernya yang penuh dinamika dapat membakar semangat para pengadil muda untuk terus memperjuangkan mimpi mereka.
"Saya percaya bila saya bisa sukses, siapa pun juga bisa. Jangan pernah berhenti bermimpi," tutur Omar Artan.
"Bagi saya, ini luar biasa bahwa CAF bekerja sama dengan UEFA, konfederasi terbaik di dunia untuk urusan wasit. Standar di Eropa sangat bagus dan gaya sepak bola yang mereka mainkan juga sangat, sangat baik."
Baca Juga: UEFA, CONCACAF, dan AFC Tuduh FIFA Lakukan Penipuan dan Pelanggaran terkait Kepemilikan Piala Dunia
"Saya yakin wasit-wasit CAF bisa banyak belajar dari UEFA, dan wasit-wasit UEFA juga bisa banyak belajar dari CAF. Ini saling menguntungkan. Saya merasa terhormat ditunjuk untuk laga sebesar ini. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada UEFA, serta kepada presiden CAF dan semua pihak di CAF," imbuhnya.
Penulis : Gilang Romadhan Editor : Gading-Persada
Sumber : UEFA
- Omar Artan
- Piala Super Eropa 2026
- UEFA
- CAF
- PSG vs Aston Villa
- Wasit Somalia





