JAKARTA, DISWAY.ID– Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara resmi menolak dokumen 15 poin rencana perdamaian Gaza yang diusulkan Board of Peace (BoP), lembaga bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Penolakan itu disampaikan dalam rapat kabinet Minggu (9/8/2026).
“Israel menolak dokumen 15 poin tersebut. IDF tidak akan melakukan penarikan pasukan apa pun sampai Hamas benar-benar dilucuti senjatanya,” tegas Netanyahu.
BACA JUGA:Pengguna Transportasi Umum di Jakarta Melonjak, MRT Catat Kenaikan Tertinggi!
Ia menekankan bahwa pelucutan senjata harus bersifat nyata, mencakup senjata berat, senjata ringan, hingga seluruh persenjataan, bukan sekadar pelucutan semu. “Kami berbicara tentang pelucutan senjata yang sesungguhnya, bukan pelucutan senjata fiktif,” ujarnya.
Rencana 15 poin BoP yang diumumkan akhir Juli 2026 pada intinya mengaitkan pelucutan senjata Hamas secara bertahap dengan penarikan pasukan Israel secara bertahap dari wilayah Gaza yang didudukinya.
Setelah itu, administrasi Gaza akan diserahkan kepada komite teknokrat Palestina yang didukung internasional, disertai proses rekonstruksi dan pengerahan International Stabilization Force.
Netanyahu menolak urutan tersebut. Ia bersikeras Israel tidak akan menarik pasukan sedikit pun sebelum Hamas dilucuti sepenuhnya. Selain itu, ia kembali menegaskan penolakannya terhadap pembentukan negara Palestina.
“Selama saya menjadi perdana menteri, tidak akan ada negara Palestina, baik di Gaza maupun di Yudea dan Samaria. Bukan ‘Fatahstan’ maupun ‘Hamastan’,” katanya.
Penolakan Netanyahu didorong oleh tekanan koalisi sayap kanan yang khawatir rencana BoP tidak menjamin demiliterisasi total Gaza.
Menteri Keuangan Bezalel Smotrich menyambut baik pernyataan Netanyahu. Menurutnya, peta jalan BoP bertolak belakang dengan tujuan perang Israel, yakni menghancurkan Hamas secara militer, sipil, dan sebagai otoritas pemerintahan.
BACA JUGA:Bahtsul Masail Pra-Muktamar NU Bahas RUU Sisdiknas, Ketenagakerjaan, hingga Dana Haji
Pejabat Israel juga menilai skema bertahap berisiko membuat Hamas tetap memiliki kemampuan militer. Mereka menginginkan pelucutan senjata total terlebih dahulu, baru kemudian penarikan pasukan.
Netanyahu mengakui masih berdiskusi dengan pihak Amerika Serikat, namun menegaskan Israel siap berdiri teguh pada kepentingan keamanannya.
Board of Peace menyatakan rencana 15 poin tetap berlaku dan proses terus berjalan. Nickolay Mladenov, High Representative for Gaza BoP, menyebut opsi yang ditawarkan merupakan satu-satunya jalan agar tragedi seperti 7 Oktober tidak terulang.
- 1
- 2
- »





