Armand Hartono Kembali Pimpin AEI, Fokus Perkuat Tata Kelola Emiten

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Armand Wahyudi Hartono kembali dipercaya memimpin Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) sebagai ketua umum periode 2026-2029. Dalam periode kepengurusan barunya, Armand akan fokus pada kebutuhan perusahaan tercatat, terutama melalui edukasi, advokasi, dan penguatan tata kelola.

Armand mengatakan AEI akan terlebih dahulu mendengarkan masukan dari para anggotanya untuk menentukan program yang akan dijalankan. Kebutuhan perusahaan tercatat akan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menyusun agenda asosiasi.

“Kita akan terus melanjutkan fokus kepada apa yang dibutuhkan oleh para anggota AEI itu sendiri,” kata Armand kepada awak media di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Selasa (11/8).

Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian AEI adalah pemahaman anggota mengenai tata kelola perusahaan dan perkembangan regulasi di pasar modal.

Armand mengatakan AEI akan berperan dalam menjembatani kebutuhan tersebut dengan mendengarkan langsung masukan dari para anggota.

“Bagaimana kita advokasi, mendengarkan dahulu semua masukan-masukan dan apa yang menjadi kebutuhan utama member dari Asosiasi Emiten tersebut. Misalnya mereka membutuhkan edukasi mengenai tata kelola, mengenai update-update mengenai peraturan, mengenai apapun juga,” ungkapnya.

Masukan tersebut nantinya akan diterjemahkan menjadi sejumlah program untuk meningkatkan kapasitas para anggota AEI. Dalam pelaksanaannya, AEI juga akan menggandeng berbagai pihak yang menjadi bagian dari ekosistem pasar modal.

“Kita akan fokuskan untuk membuat program-program sehingga bisa membantu para anggota kami. Tentunya juga harus juga bekerja sama dengan para SRO (self-regulatory organizations), dengan para mitra, OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI), karena kami semua adalah bagian dari ekosistem pasar modal Indonesia,” kata Armand.

Menurut Armand, kerja sama antara AEI, regulator, SRO, dan pemangku kepentingan lainnya penting untuk mendorong pasar modal Indonesia semakin berkembang dan memiliki daya saing global.

Selain edukasi dan advokasi, Armand menilai tata kelola atau governance menjadi fondasi penting bagi perusahaan. Menurutnya, penerapan aspek ESG juga tidak bisa dipisahkan dari tata kelola yang baik.

Ia menilai tata kelola yang kuat akan menjadi dasar bagi perusahaan untuk membangun kinerja bisnis yang sehat. Setelah fondasi tersebut terbentuk, perusahaan dapat semakin memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.

“Ketika perusahaannya sudah berkembang dia bisa peduli dengan sosial dan environment. Dan itu dilakukan oleh seluruh perusahaan oleh emiten, seharusnya semuanya akan maju dan pasar modal Indonesia ikut maju semuanya. Investornya juga maju, bagi SRO-nya, bagi regulator sebagai pengawas juga semuanya lebih tenang semuanya, kerjasamanya akan lebih baik,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Langkah-langkah Pemerintah Hadapi Karhutla
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Ugal-ugalan Naik Motor di Bogor, Gerombolan Pemuda Diamankan Polisi
• 11 jam laludetik.com
thumb
Pramono Kaji Penghapusan Jalur Sepeda Era Anies, Ini Alasannya
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kemenpar-BI Perkuat Desa Wisata Ramah Muslim untuk Dorong Ekonomi Daerah
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Perempuan Melek Digital Sebagai Kiblat Literasi Digital Anak
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.