Kementerian Luar Negeri lewat KBRI Muscat terus memantau perkembangan terkini, dari serangan drone yang menghantam kapal kargo MV Tihamah di wilayah Yaman, pada Selasa (11/8). Kapal tersebut diawaki oleh sejumlah kru (anak buah kapal/ABK), yakni 8 Warga Negara Pakistan dan 3 Warga Negara Indonesia (WNI).
"Berdasarkan komunikasi KBRI Muscat dengan ABK WNI yang selamat, insiden terjadi saat kapal sedang sandar di Pelabuhan Bab Al Mandab, Murad, Yaman," kata Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah, lewat keterangan tertulisnya, Selasa (11/8).
Dari ketiga WNI itu, seorang ABK mengalami luka ringan akibat serpihan. Namun ia tidak dirawat di rumah sakit. Satu lainya mengalami luka dan telah dirawat di rumah sakit, dan seorang lainnya sempat dikabarkan meninggal.
"Satu ABK WNI lainnya diberitakan oleh sejumlah media internasional meninggal dunia dalam insiden tersebut," kata Heni.
Kemlu Verifikasi Kabar WNI yang TewasMenanggapi sejumlah pemberitaan media asing, yang menyebut bahwa ada WNI yang tewas, Kemlu masih akan memverifikasi berita tersebut. Melalui KBRI Muscat, kabar WNI itu terus dicari.
"Namun, informasi tersebut masih dalam proses verifikasi. KBRI Muscat tengah berkomunikasi dengan otoritas terkait untuk memperoleh konfirmasi resmi mengenai kondisi dan keberadaan ABK WNI yang bersangkutan," ucap Heni.
Saat ini, Kemlu bersama KBRI Muscat akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memperoleh perkembangan lebih lanjut terkait insiden tersebut.
Mereka juga tengah mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan pelindungan bagi ketiga ABK WNI termasuk mengupayakan penanganan dan pertolongan yang diperlukan serta mempersiapkan fasilitasi kepulangan para WNI ke tanah air setelah kondisi dan situasi memungkinkan.





