VIVA – Mendengkur saat tidur merupakan hal yang cukup umum. Suara tersebut muncul ketika aliran udara melewati jaringan yang rileks di tenggorokan, kemudian membuat jaringan tersebut bergetar. Sesekali mendengkur umumnya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.
Namun, jika dengkuran terdengar sangat keras, terjadi hampir setiap malam, atau disertai gangguan pernapasan, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.
Mendengkur keras juga tidak selalu berarti seseorang sedang tidur dengan sangat nyenyak. Dalam sejumlah kasus, suara dengkuran justru dapat menjadi tanda adanya penyempitan saluran napas ketika tidur.
Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah obstructive sleep apnea atau OSA. Ini adalah gangguan tidur yang membuat seseorang mengalami henti napas berulang akibat saluran napas tersumbat atau menyempit.
Lantas, apa sebenarnya penyebab seseorang mendengkur keras saat tidur? Berikut sejumlah faktornya, sebagaimana dihimpun dari Mayo Clinic, Selasa, 11 Agustus 2026.
1. Saluran napas menyempit
Penyebab utama mendengkur berkaitan dengan penyempitan saluran napas. Ketika seseorang tertidur, otot di sekitar tenggorokan, lidah dan langit langit mulut menjadi lebih rileks. Kondisi tersebut dapat membuat jaringan di tenggorokan menyempit dan bergetar ketika udara melewatinya.
Semakin sempit saluran napas, semakin kuat aliran udara yang melewatinya sehingga getaran jaringan dapat menghasilkan suara dengkuran yang lebih keras.
2. Kelebihan berat badan
Berat badan berlebih merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko mendengkur. Timbunan jaringan di sekitar leher dan tenggorokan dapat mempersempit jalan napas ketika seseorang tidur.
Kondisi tersebut juga berkaitan dengan meningkatnya risiko obstructive sleep apnea. Karena itu, seseorang yang mengalami kenaikan berat badan dan kemudian mulai sering mendengkur sebaiknya memperhatikan perubahan tersebut.
3. Tidur telentang
Posisi tidur dapat memengaruhi seberapa keras seseorang mendengkur. Saat tidur telentang, gravitasi dapat membuat jaringan di tenggorokan dan lidah bergerak ke arah belakang sehingga saluran napas menjadi lebih sempit.
4. Minum alkohol sebelum tidur
Konsumsi alkohol menjelang waktu tidur juga dapat memperburuk dengkuran. Alkohol membuat otot tenggorokan menjadi lebih rileks sehingga saluran napas lebih mudah menyempit. Akibatnya, orang yang biasanya hanya sesekali mendengkur dapat mengalami dengkuran yang lebih keras setelah mengonsumsi alkohol. Pada orang yang memang memiliki sleep apnea, alkohol juga dapat memperburuk penyumbatan saluran napas ketika tidur.





