Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta seluruh emiten memperkuat kinerja, tata kelola, dan transparansi guna menjaga kepercayaan pasar serta mendukung stabilitas ekonomi dan iklim investasi nasional.
"Beberapa hal yang perlu diperkuat oleh para emiten, yaitu menjaga kinerja, menjaga governance, dan juga seoptimal mungkin memanfaatkan pasar modal," kata Airlangga, di Jakarta, Selasa.
Airlangga menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 yang mengusung tema "Regaining Investor Trust: Navigating the Future of Indonesian Listed Companies".
Menurut Airlangga, tema tersebut sangat relevan, karena kepercayaan investor merupakan modal utama bagi perusahaan untuk memperluas investasi, meningkatkan ekspansi usaha, serta memperkuat daya saing di pasar modal.
Ia menegaskan pemerintah terus mendukung dunia usaha melalui Satgas Debottlenecking yang dibentuk untuk membantu menyelesaikan berbagai hambatan investasi dan operasional yang dihadapi perusahaan secara cepat.
Dia mengungkapkan Satgas Debottlenecking telah menerima sebanyak 170 aduan dari pelaku usaha, dan berhasil menyelesaikan 124 persoalan sebagai bagian upaya memperkuat kepastian berusaha nasional.
Hartarto mendorong perusahaan yang menghadapi kendala segera menyampaikan persoalannya kepada Satgas Debottlenecking, agar pemerintah dapat memberikan solusi langsung sehingga kegiatan usaha tetap berjalan secara optimal.
Menurutnya, pasar modal merupakan jendela perekonomian nasional, sehingga kredibilitas perusahaan tercatat harus terus dijaga melalui pengelolaan bisnis yang sehat, akuntabel, dan berorientasi jangka panjang.
Airlangga menilai prospek perusahaan yang baik, didukung transparansi dan peningkatan kepemilikan saham publik, akan memperkuat kepercayaan investor tanpa perlu berlebihan mencemaskan penilaian lembaga pemeringkat internasional.
Ia berharap Musyawarah Anggota AEI 2026 menghasilkan kepengurusan yang mampu memperkuat organisasi, sehingga emiten semakin solid dalam menjaga kepercayaan pasar dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Armand Wahyudi Hartono kembali terpilih menakhodai AEI periode 2026-2029 dalam Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia 2026, di Jakarta, Selasa (11/8/2026). ANTARA/Harianto
Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Armand Wahyudi Hartono menegaskan penguatan kepercayaan investor akan menjadi fokus utama organisasi selama tiga tahun ke depan, melalui perbaikan fundamental perusahaan tercatat.
Menurut Armand, kepercayaan pasar harus dibangun dari kinerja perusahaan yang kuat, penerapan tata kelola yang baik, komunikasi yang konsisten, serta kolaborasi seluruh pelaku ekosistem pasar modal dan edukasi investor.
Ia mengatakan AEI akan memperkuat fungsi advokasi dengan menghimpun aspirasi anggota untuk disampaikan sebagai masukan konstruktif terhadap berbagai kebijakan dan regulasi yang berkaitan dengan pasar modal Indonesia.
Selain advokasi, AEI akan memperluas diseminasi informasi, riset, edukasi, dan program berbagi pengetahuan, agar emiten memiliki kemampuan lebih baik dalam menghadapi perubahan dan tantangan bisnis ke depan.
Armand menegaskan setiap program yang dijalankan AEI harus memberikan manfaat nyata bagi anggota, sehingga perusahaan tercatat semakin kuat, adaptif, dan mampu meningkatkan daya saing di pasar modal.
Menghadapi tantangan global maupun domestik, AEI akan tetap berfokus memperkuat fundamental organisasi dan perusahaan tercatat sebagai landasan membangun pasar modal Indonesia yang semakin kredibel dan berkelas dunia.
Ia optimistis sinergi seluruh pengurus, anggota, regulator, serta organisasi penunjang pasar modal akan memperkuat kepercayaan investor dan mendorong pasar modal Indonesia terus tumbuh secara berkelanjutan di level global.
"Sesuai tema hari ini, kita akan bangun trust, mulai dari fundamental kinerja, governance, tata kelola yang baik, komunikasi yang konsisten, serta bekerja sama dengan seluruh ekosistem SRO (Self-Regulatory Organization) dan masyarakat, serta edukasi investor, sehingga jangka panjang pasar modal Indonesia maju terus," kata Armand.
Baca juga: Asosiasi eminten minta pasar modal diperkuat antisipasi dampak pandemi
Baca juga: APEI, AMII dan AEI teken MoU perkuat ekosistem pasar modal Indonesia
"Beberapa hal yang perlu diperkuat oleh para emiten, yaitu menjaga kinerja, menjaga governance, dan juga seoptimal mungkin memanfaatkan pasar modal," kata Airlangga, di Jakarta, Selasa.
Airlangga menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 yang mengusung tema "Regaining Investor Trust: Navigating the Future of Indonesian Listed Companies".
Menurut Airlangga, tema tersebut sangat relevan, karena kepercayaan investor merupakan modal utama bagi perusahaan untuk memperluas investasi, meningkatkan ekspansi usaha, serta memperkuat daya saing di pasar modal.
Ia menegaskan pemerintah terus mendukung dunia usaha melalui Satgas Debottlenecking yang dibentuk untuk membantu menyelesaikan berbagai hambatan investasi dan operasional yang dihadapi perusahaan secara cepat.
Dia mengungkapkan Satgas Debottlenecking telah menerima sebanyak 170 aduan dari pelaku usaha, dan berhasil menyelesaikan 124 persoalan sebagai bagian upaya memperkuat kepastian berusaha nasional.
Hartarto mendorong perusahaan yang menghadapi kendala segera menyampaikan persoalannya kepada Satgas Debottlenecking, agar pemerintah dapat memberikan solusi langsung sehingga kegiatan usaha tetap berjalan secara optimal.
Menurutnya, pasar modal merupakan jendela perekonomian nasional, sehingga kredibilitas perusahaan tercatat harus terus dijaga melalui pengelolaan bisnis yang sehat, akuntabel, dan berorientasi jangka panjang.
Airlangga menilai prospek perusahaan yang baik, didukung transparansi dan peningkatan kepemilikan saham publik, akan memperkuat kepercayaan investor tanpa perlu berlebihan mencemaskan penilaian lembaga pemeringkat internasional.
Ia berharap Musyawarah Anggota AEI 2026 menghasilkan kepengurusan yang mampu memperkuat organisasi, sehingga emiten semakin solid dalam menjaga kepercayaan pasar dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Armand Wahyudi Hartono kembali terpilih menakhodai AEI periode 2026-2029 dalam Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia 2026, di Jakarta, Selasa (11/8/2026). ANTARA/Harianto
Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Armand Wahyudi Hartono menegaskan penguatan kepercayaan investor akan menjadi fokus utama organisasi selama tiga tahun ke depan, melalui perbaikan fundamental perusahaan tercatat.
Menurut Armand, kepercayaan pasar harus dibangun dari kinerja perusahaan yang kuat, penerapan tata kelola yang baik, komunikasi yang konsisten, serta kolaborasi seluruh pelaku ekosistem pasar modal dan edukasi investor.
Ia mengatakan AEI akan memperkuat fungsi advokasi dengan menghimpun aspirasi anggota untuk disampaikan sebagai masukan konstruktif terhadap berbagai kebijakan dan regulasi yang berkaitan dengan pasar modal Indonesia.
Selain advokasi, AEI akan memperluas diseminasi informasi, riset, edukasi, dan program berbagi pengetahuan, agar emiten memiliki kemampuan lebih baik dalam menghadapi perubahan dan tantangan bisnis ke depan.
Armand menegaskan setiap program yang dijalankan AEI harus memberikan manfaat nyata bagi anggota, sehingga perusahaan tercatat semakin kuat, adaptif, dan mampu meningkatkan daya saing di pasar modal.
Menghadapi tantangan global maupun domestik, AEI akan tetap berfokus memperkuat fundamental organisasi dan perusahaan tercatat sebagai landasan membangun pasar modal Indonesia yang semakin kredibel dan berkelas dunia.
Ia optimistis sinergi seluruh pengurus, anggota, regulator, serta organisasi penunjang pasar modal akan memperkuat kepercayaan investor dan mendorong pasar modal Indonesia terus tumbuh secara berkelanjutan di level global.
"Sesuai tema hari ini, kita akan bangun trust, mulai dari fundamental kinerja, governance, tata kelola yang baik, komunikasi yang konsisten, serta bekerja sama dengan seluruh ekosistem SRO (Self-Regulatory Organization) dan masyarakat, serta edukasi investor, sehingga jangka panjang pasar modal Indonesia maju terus," kata Armand.
Baca juga: Asosiasi eminten minta pasar modal diperkuat antisipasi dampak pandemi
Baca juga: APEI, AMII dan AEI teken MoU perkuat ekosistem pasar modal Indonesia





