Pertandingan yang digelar di Lapangan Desa Kayuares, Banjarnegara, tersebut berakhir imbang 1-1. Namun, hasil pertandingan harus tersisihkan oleh insiden yang terjadi setelah keputusan wasit memicu protes dari Herlian.
Kericuhan bermula ketika Herlian menerima kartu kuning dari wasit. Tidak terima dengan keputusan tersebut, kiper Perseka kemudian melakukan protes.
Protes tersebut semakin memanas hingga terjadi kontak fisik. Dalam insiden itu, tangan Herlian terlihat mengenai wajah wasit.
Baca Juga :
Transfer Unik Zion Suzuki, PSG Bayar Rp719 Miliar ke Parma untuk Dipinjamkan ke JuventusRekan-rekan setim Herlian bersama panitia pertandingan kemudian bergerak cepat untuk melerai. Upaya tersebut dilakukan agar kericuhan tidak semakin meluas dan pertandingan dapat kembali terkendali.
Terlepas dari keputusan wasit yang dipersoalkan, tindakan fisik terhadap perangkat pertandingan sangat disayangkan. Wasit memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan selama pertandingan berdasarkan situasi yang terjadi di lapangan.
Hingga kini, belum diketahui apakah Herlian maupun Perseka akan mendapatkan sanksi resmi atas insiden tersebut.
Insiden tersebut kembali menjadi pengingat bahwa tensi pertandingan, termasuk dalam sepak bola antarkampung atau tarkam, tidak seharusnya berujung pada kekerasan terhadap perangkat pertandingan.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




