Jakarta: Ada satu ibadah sunah yang sering terlewat begitu saja oleh umat muslim, yaitu puasa Ayyamul Bidh.
Padahal, keutamaannya sangat besar. Orang yang mengamalkannya berkesempatan meraih pahala setara dengan berpuasa sepanjang tahun, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw.:
"Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun." (HR. Ibnu Majah dan At-Tirmidzi, hasan).
Pada bulan ini, momen berharga tersebut kembali hadir dan sayang untuk dilewatkan tanpa persiapan yang matang. Berikut adalah jadwal pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh pada bulan Agustus 2026.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Agustus 2026 Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 pada bulan Hijriah. Pada bulan Agustus 2026, pelaksanaan puasa ini bertepatan dengan bulan Rabiul Awal 1448 Hijriah, dengan rincian jadwal sebagai berikut:
- Senin, 24 Agustus 2026: 13 Rabiul Awal 1448 H
- Selasa, 25 Agustus 2026: 14 Rabiul Awal 1448 H
- Rabu, 26 Agustus 2026: 15 Rabiul Awal 1448 H
Artinya: "Diriwayatkan dari Qatadah bin Milhan r.a., ia berkata: 'Rasulullah saw. telah memerintahkan kami untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15.'" (HR. Abu Dawud; An-Nawawi, Riyadhus Shalihin, juz II, halaman 81)
Baca Juga :
Bolehkah Puasa Senin Kamis Tanpa Sahur? Ini Hukumnya Menurut Islam1. Niat di dalam hati.
Niat puasa Ayyamul Bidh, sebagaimana puasa sunah lainnya (seperti puasa Senin-Kamis, puasa Arafah, dan sejenisnya), dapat dilakukan dengan niat puasa mutlak, misalnya "Saya niat berpuasa." Namun, yang lebih utama adalah membaca niat secara khusus:
Nawaitu shauma ayyamil bidhi lillahi ta'ala
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta'ala."
Selain diniatkan di dalam hati, disunahkan pula untuk mengucapkannya dengan lisan. Niat ini dapat dilakukan sejak malam hari hingga siang hari sebelum masuk waktu zawal (matahari tergelincir ke barat), dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
2. Makan sahur
Makan sahur lebih utama dilakukan menjelang masuk waktu Subuh sebelum imsak.
3. Melaksanakan puasa
Puasa dengan menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum.
4. Menjaga diri dari hal-hal yang mengurangi pahala puasa,
Seperti berkata kotor, menggunjing orang lain, serta perbuatan dosa lainnya. Rasulullah saw. mengingatkan:
Artinya: "Banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya melainkan hanya rasa lapar dan dahaga." (HR. An-Nasa'i dan Ibnu Majah dari riwayat Abu Hurairah r.a.)
5. Segera berbuka puasa begitu tiba waktu Magrib.




