Trump Diam-diam Ganti Pesawat di Turki, Diduga karena Ancaman Pembunuhan Iran

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump ternyata diam-diam mengganti pesawat saat meninggalkan Turki setelah menghadiri KTT NATO pada Juli 2026. Trump disebut berpindah dari Air Force One ke pesawat kepresidenan yang lebih kecil karena adanya ancaman pembunuhan dari Iran.

Laporan The Washington Post pada Senin (10/8/2026) mengungkap proses pergantian pesawat tersebut. Seorang pejabat AS yang berbicara secara anonim mengatakan Trump awalnya tiba di Ankara menggunakan Air Force One pada 8 Juli.

Pesawat tersebut merupakan Boeing 747 terbaru yang diberikan Qatar kepada pemerintah AS. Namun, Trump kemudian meninggalkan pesawat itu dan berpindah ke pesawat C-32A yang berukuran lebih kecil.

Perpindahan tersebut dilakukan melalui sebuah kontainer katering yang terpasang pada pesawat kepresidenan. Kontainer itu kemudian membawa Trump menuju pesawat C-32A yang telah menunggu untuk menerbangkannya ke Inggris.

Pergantian pesawat tersebut dilakukan secara diam-diam. Media dan sejumlah pejabat dibuat percaya bahwa Trump masih berada di pesawat yang lebih besar.

Video yang diperoleh The Washington Post memperlihatkan sebuah truk katering keluar dari pesawat Air Force One beberapa menit setelah Trump menaiki tangga. Kendaraan tersebut kemudian terlihat bergerak menuju pesawat C-32A yang berada di kejauhan.

Kedua pesawat kemudian mendarat di Inggris. Trump terlihat turun dari pesawat yang lebih besar sebelum menuju Air Force One baru yang telah dimodifikasi.

The Washington Post menyebut belum jelas bagaimana Trump kembali dipindahkan ke pesawat yang lebih besar tersebut. Namun, laporan mengenai ancaman dari Iran sebelumnya telah muncul di sejumlah media AS.

Trump sebelumnya mengatakan dirinya akan menggunakan Boeing 747 lama agar personel militer AS di pangkalan udara Inggris dapat melihat pesawat baru pemberian Qatar. Namun, sejumlah media AS melaporkan ancaman kelompok proksi Iran menjadi alasan perubahan rencana tersebut.

Para jurnalis yang berada di pesawat lama dari Ankara juga diperintahkan menutup tirai jendela. Langkah tersebut disebut biasanya diberlakukan ketika pesawat berada di wilayah dengan tingkat ancaman keamanan tinggi.

Pergantian pesawat itu kembali menyoroti sistem keamanan Air Force One baru pemberian Qatar. The New York Times melaporkan pesawat tersebut belum memiliki sejumlah fitur keamanan yang terdapat pada pesawat lama, termasuk sistem pertahanan antirudal.

Keluarga kerajaan Qatar memberikan pesawat mewah tersebut kepada AS setelah Trump mengeluhkan kondisi dua Boeing 747 yang digunakan sebagai Air Force One sejak 1990. Pesawat baru tersebut kemudian dimodifikasi dan pertama kali digunakan Trump untuk penerbangan menuju North Dakota pada 1 Juli.

Beberapa hari kemudian, Trump menggunakan pesawat tersebut dalam perjalanan luar negeri pertamanya menuju Turki. Pesawat itu kemudian kembali menjadi sorotan setelah Trump memilih menggunakan pesawat yang lebih kecil untuk meninggalkan Ankara.

Gedung Putih membantah bahwa Air Force One baru tersebut memiliki kekurangan dalam sistem keamanan. Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung menyatakan pesawat itu telah dilengkapi protokol keamanan tingkat tinggi.

"Air Force One yang baru merupakan pesawat canggih yang telah dilengkapi protokol keamanan tingkat tinggi untuk memastikan keselamatan Presiden dan stafnya," kata Cheung.

Baca Juga: Trump: AS Kuasai 100 Persen Selat Hormuz, Iran Disebut Tak Lagi Berdaya

"Seperti yang baru-baru ini disampaikan Presiden, ada banyak musuh Amerika yang mengincarnya, dan kami menggunakan segala sarana yang tersedia untuk menangani ancaman tersebut."

Pernyataan tersebut sebelumnya juga disampaikan Gedung Putih ketika muncul pertanyaan mengenai keamanan pesawat baru Trump. Laporan terbaru mengenai perpindahan pesawat secara diam-diam kini kembali memicu perhatian terhadap keamanan perjalanan Presiden AS tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Kebut Penanganan Karhutla Bromo
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Febrie Adriansyah Berduka Sutrimo Meninggal, Minta Semua Pihak Tak Berspekulasi
• 12 menit lalukumparan.com
thumb
Akta Kelahiran Digital Tetap Bisa Diakses Bayi Lahir di Luar Faskes
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Saat CCTV Jadi Mata Warga Tamansari Jakbar Cegah Curanmor dan Tawuran...
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Rabu, BMKG: Mayoritas kota besar alami berawan-hujan ringan
• 4 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.