JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Sosial (Kemensos) dan Universitas Indonesia Membangun (INABA) memperkuat kolaborasi melalui Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kemensos dan INABA di Ruang Rapat Utama Kemensos, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
Penandatanganan MoU dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, jajaran pejabat Kemensos, serta perwakilan dari INABA.
BACA JUGA:17 SNT Resmi Dibuka, Abdul Mu’ti Bidik Generasi Emas 2045
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo mengatakan, kerja sama dengan INABA merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam melaksanakan mandat Presiden Prabowo Subianto, yaitu pengentasan kemiskinan.
Menurutnya, kerja sama tersebut tidak dimulai dari penandatanganan MoU, tetapi telah melalui proses kolaborasi di lapangan. INABA sebelumnya telah terlibat dalam kegiatan di 16 titik Sekolah Rakyat.
“Kita sudah melewati satu proses sebelum kita melakukan MoU, kita sudah berkolaborasi di 16 titik. Mudah-mudahan nanti kerja sama ataupun kolaborasi ini bisa diperluas dalam rangka kita melaksanakan mandat Presiden, yaitu pengentasan kemiskinan,” ujar Agus Jabo.
Agus Jabo menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin, tetapi juga mempersiapkan mereka agar memiliki kapasitas untuk bekerja maupun melanjutkan pendidikan.
BACA JUGA:Kabar Baik Pekerja Informal, Iuran JKK dan JKM Dipangkas 50 Persen Jadi Rp8.400
Ia mengutip arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menyiapkan siswa Sekolah Rakyat agar mampu bekerja dan pada akhirnya menggraduasi diri serta keluarganya dari kemiskinan.
“Anak-anak ini biar bekerja dulu, supaya apa? Supaya bisa menggraduasi dirinya, menggraduasi orang tuanya,” kata Agus Jabo.
Menurut Agus Jabo, untuk dapat bekerja dan mandiri, siswa membutuhkan kapasitas yang memadai.
Karena itu, Sekolah Rakyat tidak hanya diarahkan agar siswa memiliki pengetahuan, tetapi juga karakter dan keterampilan.
“Di sekolah rakyat ini kita menyampaikan setiap siswa harus berilmu, artinya dia harus pintar. Yang kedua, setiap siswa karena latar belakang siswa Sekolah Rakyat ini berbeda dengan siswa-siswa reguler yang lain, mereka harus kita ubah mindset-nya, harus kita ubah karakternya,” ujarnya.
BACA JUGA:Karhutla Bromo Meluas Capai 520 Hektare, Puan Desak Pemerintah Bergerak Cepat
- 1
- 2
- 3
- 4
- »
- Last





