jakarta.jpnn.com - Partai Golkar terus berusaha menggarap segmen generasi milenial dan gen Z menjelang Pemilu 2029.
Ketua Bidang Kepemudaan dan Olahraga DPP Partai Golkar Said Aldi Al Idrus mengatakan pola kaderisasi politik perlu beradaptasi dengan perkembangan digital.
BACA JUGA: Jika Jadi Ketum Kosgoro, La Ode Safiul Akbar Dinilai Bisa Dongkrak Elektabilitas Partai Golkar
“Tidak bisa lagi menggunakan pendekatan yang terlalu formal dan kaku,” kata Said Aldi Al Idrus, Minggu (9/8).
Menurut Said Aldi Al Idrus, pendekatan harus lebih fleksibel.
BACA JUGA: Politikus Golkar Sebut MBG Usaha Tingkatkan Kualitas SDM
“Harus lebih komunikatif serta berbasis engagement," kata Said Aldi.
Menurut Said, perkembangan teknologi digital telah memengaruhi pola komunikasi dan interaksi generasi muda terhadap politik maupun organisasi.
BACA JUGA: Bahlil Lahadalia: Golkar Harus Makin Kompak, Tidak Boleh Terpecah
Dia mengatakan generasi muda saat ini cenderung tertarik pada organisasi berbasis hobi, profesi, komunitas, dan kegiatan sosial.
Dengan demikian, pola rekrutmen kader politik juga perlu menyesuaikan perubahan tersebut.
Said mengatakan salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah mengembangkan konten politik digital yang lebih komunikatif, edukatif, dan mudah dipahami generasi muda.
Menurut dia, ruang ekspresi politik bagi generasi Z dan milenial juga perlu diperluas.
Dengan demikian, mereka dapat terlibat dalam kegiatan politik dan kebangsaan.
Said menilai perubahan pola komunikasi dan derasnya arus informasi digital juga menjadi tantangan dalam memberikan pendidikan politik dan pemahaman kebangsaan kepada generasi muda.
"Karena itu BMK 57 bersama OKP Karya Kekaryaan harus hadir untuk meningkatkan pemahaman kebangsaan serta pendidikan politik kepada generasi muda," katanya. (ant)
Redaktur & Reporter : Ragil




