Briket di Dapur Warga Nekmese, Solusi dari Mahasiswa Unwira

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak tanah di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur tembus Rp 15.000 per liter atau hampir empat kali harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah. Untuk mengatasi kebutuhan bahan bakar warga, mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira Kupang menawarkan solusi melalui briket dari tempurung kelapa.

Hingga Rabu (12/8/2026), kelangkaan minyak tanah masih terjadi di semua wilayah Nusa Tenggara Timur. Bahkan di Desa Nekmese, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, harga minyak tanah di tingkat pengecer mencapai Rp 15.000 per liter. Harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah Rp 4.000 per liter.

Minyak tanah dibeli dari pengepul di sejumlah pasar tradisional. Ada yang dibawa dari Kota Kupang yang berjarak lebih kurang 50 kilometer. Kelangkaan diikuti lonjakan harga yang terjadi enam bulan terakhir terkesan dibiarkan.

”Tidak ada solusi dari pemerintah," kata Krisma James Waok, Kepala Desa Nekmese.

Terkait itu, dalam sebulan terakhir, puluhan mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di desa tersebut. Mereka menyebutnya desa binaan. Persoalan bahan bakar menjadi perhatian untuk dicari jalan keluar.

Alexandro Magnus Mau, salah satu mahasiswa menuturkan, potensi tempurung kelapa dapat menjadi bahan baku. Selama ini, petani kelapa hanya memanfaatkan daging kelapa untuk diolah menjadi minyak atau dijemur menjadi kopra. Tempurung kelapa pun dibuang begitu saja.

Mereka mengajak masyarakat untuk membuat briket dari tempurung kelapa. Terlebih dahulu, tempurung dijemur selama empat hari, lalu dibakar hingga menjadi arang. Arang tempurung dihancurkan sampai halus, disaring, kemudian dicampur dengan dengan tepung kanji.

Langkah selanjutnya dipadatkan dalam bentuk kubus berukuran 125 sentimeter kubik. Satu kilogram tempurung bisa menghasilkan hingga 96 potongan briket. Satu potong bisa menghasilkan api untuk merebus air, hingga menanak nasi sekali masak

”Bahannya hanya tempurung dan kanji yang harganya murah meriah. Ini jauh lebih ekonomis dibandingkan membeli minyak tanah yang harganya sangat mahal," kata Alexander. Harganya bahkan jelas jauh lebih murah dibandingkan gas elpiji yang harganya mendekati setengah juta rupiah.

Selain dipakai sendiri, mahasiswa pun mendorong masyarakat setempat agar memproduksi dalam jumlah banyak. Tujuannya dijual ke warung makan yang membutuhkan untuk olahan ikan atau daging bakar.

Serial Artikel

Menghirup Damai di Puncak Fatu Braon, Selatan Timor 

Bukit Fatu Braon berada di tepian Laut Timor. Menjadi daya tarik bagi wisatawan menikmati keindahan alam.

Baca Artikel

Selain itu, mahasiswa juga memfasilitasi penjualan secara daring dengan membuat portal desa. Portal itu memuat tentang produksi unggulan desa yang langsung terhubung dengan nomor kontak dan akun media sosial pelaku usaha mikro kecil dan menengah. Pembeli bisa langsung menghubungi mereka.

Atas kontribusi mahasiswa itu, Krisma pun mengucapkan terima kasih kepada Unwira yang telah menjadikan Nekmese sebagai desa binaan. Ia berjanji akan mengawal program tersebut.

"Program seperti ini yang kami harapkan. Kampus datang memberi solusi atas persoalan yang kami hadapi," katanya.

Rektor Unwira Stefanus Lio, mengatakan, desa binaan menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan, daya analisis, kreativitas, keterampilan, serta karakter sosial yang diperoleh di ruang perkuliahan.

Mahasiswa belajar memahami persoalan secara kontekstual, bekerja secara kolaboratif, sekaligus mengembangkan inovasi yang memberikan dampak nyata.

Ke depan, pihaknya menargetkan pengembangan desa binaan di setiap kabupaten dan kota sebagai proyek percontohan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan.

Program-program tersebut akan diarahkan pada pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM, pelestarian budaya dan kearifan lokal, serta berbagai persoalan sosial yang relevan dengan karakteristik masing-masing daerah.

"Keterlibatan Unwira di tengah masyarakat bukan hanya menjadi bentuk pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, tetapi juga menjadi identitas dan citra Unwira sebagai perguruan tinggi yang terbuka, kolaboratif, inovatif, dan hadir untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat NTT,” kata Stefanus.

Beatrix Yunarti Manehat, Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Unwira menambahkan, program desa binaan dimulai dengan identifikasi masalah dan diskusi bersama pemerintah serta masyarakat desa. Masyarakat ditempatkan sebagai rekan dalam setiap proses, bukan sekadar sebagai penerima manfaat.

Sebelum diterjunkan, mahasiswa dibekali dan dilatih selama kurang lebih satu bulan. Selain itu, setiap aktivitas mahasiswa disusun dalam timeline harian yang terarah, sehingga setiap hari memiliki target dan kegiatan yang jelas.

"Ini penting agar mahasiswa tetap berada dalam konteks program, fokus pada persoalan desa, dan tidak sekadar hadir tanpa arah. Melalui proses ini, mahasiswa belajar menghadapi persoalan riil, menerapkan ilmu, bekerja bersama masyarakat, serta bertanggung jawab terhadap program yang dijalankan," kata Beatrix.

Selain briket dan pembuatan portal, mahasiswa juga memperkuat literasi dasar bagi siswa setempat. Banyak anak, bahkan hingga jenjang SMA, belum lancar membaca.

Briket kini hadir mengganti minyak tanah di tungku dapur warga Desa Nekmese. Mereka pun tak lagi harus membayar mahal, cukup mengolah tempurung kelapa yang selama ini mereka buang ke tempat sampah.

Serial Artikel

Di Kupang, Warga Berebut Minyak Tanah

Harga minyak tanah di level pengecer mencapai Rp 10.000 per liter.  Di sisi lain, harga tukar gas kemasan 12 kg mencapai Rp 455.000 per tabung.

Baca Artikel


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[FULL] Mensesneg Ungkap Rangkaian Agenda HUT ke-81 RI hingga Tambahan Kuota Undangan Upacara
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
K3 MPR Menyiapkan Rekomendasi Strategis untuk Evaluasi Konstitusi, Reforma Agraria, dan Tata Kelola SDA
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Ditjen Bea Cukai Sita 8,96 Juta Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Rp8,66 Miliar
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
KSP kawal percepatan realisasi investasi dan hilirisasi nasional
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
KPK Buka Suara Soal Winda Lorenza, Diduga Saksi Bea Cukai yang Tewas di Medan
• 2 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.