Wakil Ketua DPD Tamsil Linrung: STSB 2026 Momentum Gaungkan Semangat Asta Cita

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI (STSB) merupakan momentum penting untuk melihat Indonesia secara utuh, sekaligus memastikan suara daerah ikut menentukan arah pembangunan nasional.

Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung menyebut forum kenegaraan tersebut sebagai jendela kebangsaan untuk memperkuat semangat Asta Cita, di mana pusat dan daerah bergerak dalam orkestrasi pembangunan yang sama.

Baca Juga :
Sidang Tahunan MPR 2026 Tinggalkan Baju Adat, Peserta Pria Wajib Kenakan Pakaian Sipil Lengkap
Datangi Istana, Pimpinan MPR Undang Langsung Prabowo ke Sidang Tahunan 14 Agustus 2026

“Ini menjadi episentrum pemikiran kebangsaan untuk memastikan pembangunan nasional menjangkau seluruh wilayah. Setiap jengkal tanah di republik ini memiliki kesempatan yang setara untuk tumbuh menjadi kekuatan bangsa,” ujar Tamsil di Jakarta, Rabu 12 Agustus 2026.

Menurut Tamsil, posisi DPD RI sebagai host STSB tahun ini memiliki makna strategis. Sebagai lembaga yang membawa mandat representasi kewilayahan, DPD RI berkepentingan memastikan perspektif daerah menjadi bagian dari arus utama pembangunan nasional.

“DPD hadir membawa suara dari pesisir, pegunungan dan pedalaman ke dalam rumah kebangsaan. Kami mengapresiasi arsitektur pembangunan Asta Cita yang diperjuangkan Presiden Prabowo Subianto, menempatkan daerah sebagai bagian utuh dari agenda memajukan bangsa,” katanya.

Ia menegaskan, penguatan kapasitas nasional akan semakin kokoh apabila ditopang oleh daerah-daerah yang produktif dan mampu mengembangkan potensi ekonominya. Pembangunan daerah merupakan strategi memperkuat Indonesia dari dalam.

Terlebih di tengah ketidakpastian global yang semakin dinamis, integrasi dengan ekonomi dunia harus diimbangi dengan fondasi domestik yang kuat agar Indonesia tidak rentan terhadap gejolak eksternal.

Tamsil juga mengapresiasi arah pembangunan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kepentingan nasional sebagai orientasi utama.

Menurutnya, orientasi tersebut menunjukkan keberanian pemerintah menegaskan kembali kiblat pembangunan bangsa, sekaligus memperkuat implementasi Pasal 33 UUD 1945 dalam pengelolaan sumber daya nasional.

“Kita melihat ada keberanian baru dalam melakukan kalibrasi kiblat bangsa, menegakkan spirit Indonesia First dan implementasi Pasal 33 UUD 1945. Artinya, kekayaan harus pertama-tama memberi manfaat bagi rakyat Indonesia. Sumber daya alam tidak cukup hanya diambil, tetapi diberi nilai tambah dan menjadi kekuatan ekonomi bangsa,” ujar Tamsil.

Baca Juga :
Perempuan Indonesia Diminta Jadikan Perkembangan Teknologi Sebagai Peluang Belajar dan Berinovasi
Begini Cara Pengembangan Karir, Promosi hingga Mutasi ASN di Lingkungan Setjen DPD RI
Maluku Ungkap Urgensinya RUU Daerah Kepulauan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Demi Menit Bermain, Hamra Hehanussa Kembali Dipinjamkan Persib
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Info Ramalan Cuaca BMKG Besok 12 Agustus: Jakarta Mayoritas Cerah
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mengerikan! Pria di Yunnan, Tiongkok Mengeluarkan 180 Paku dari Lambung, Berat Total Lebih dari 1 Kilogram 
• 22 jam laluerabaru.net
thumb
Kurang dari 24 Jam, Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan dan Pemerkosaan Wanita di Tangerang
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Urus Administrasi JKN Tak Perlu ke Kantor, Dhia Rasakan Kemudahan Layanan Digital BPJS Kesehatan
• 23 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.