Jakarta, ERANASIONAL.COM – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bersama KBRI Muscat tengah melakukan verifikasi terkait laporan seorang anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia yang dikabarkan meninggal dunia akibat serangan rudal kelompok Houthi di perairan Yaman, Selasa (11/8).
Insiden tersebut terjadi pada kapal kargo berbendera Mesir, MV Tihamah, yang sedang berada di sekitar Pelabuhan Bab Al Mandab, Murad, Yaman.
Kronologi SeranganKelompok Houthi dilaporkan melancarkan serangan menggunakan tiga rudal balistik ke arah kapal komersial tersebut.
Serangan itu memicu kebakaran besar dan menyebabkan kerusakan parah pada bagian kapal.
Dalam serangan awal tersebut, tiga warga negara Pakistan dan seorang WNI dilaporkan menjadi korban.
Serangan kemudian berlanjut ketika proses evakuasi dan penanganan korban berlangsung. Penjaga pantai Yaman melaporkan adanya tembakan rudal susulan yang menyasar area operasi penyelamatan.
Rangkaian serangan tersebut dilaporkan menyebabkan sedikitnya enam orang meninggal dunia dan 10 lainnya mengalami luka-luka.
Kondisi ABK WNISementara itu, dua WNI lainnya yang bekerja di kapal tersebut dipastikan selamat.
Keduanya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat.
Kemlu RI bersama KBRI Muscat masih berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memastikan informasi mengenai satu WNI yang dilaporkan meninggal dunia.
Hingga kini, kepastian mengenai kondisi dan identitas korban WNI tersebut masih menunggu hasil verifikasi resmi dari pihak berwenang. []





