JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran melanda pabrik bingkai di Jalan Lampiri, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (12/8/2026). Kebakaran tersebut turut menghanguskan satu rumah warga dan empat mobil milik pabrik.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi hingga pukul 11.00 WIB, puing-puing bangunan dan sejumlah kendaraan pabrik masih berada di area yang terdampak kebakaran.
Satu rumah warga yang berada tepat di samping pabrik juga ikut terbakar dalam kejadian tersebut.
Baca juga: Situasi Terkini Kebakaran Pabrik Bingkai di Duren Sawit Jaktim, Asap Masih Mengepul
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Muchtar Zakaria mengatakan, petugas berhasil mencegah api merambat ke rumah-rumah lain di sekitar lokasi.
"Jadi Pabrik yang terbakar, kemudian hanya satu rumah," ujar Muchtar saat ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu (12/8/2026).
Muchtar mengatakan, rumah tersebut dihuni sebuah keluarga yang telah lama menetap di kawasan tersebut.
Saat api mulai membakar rumah, keluarga itu sempat mengevakuasi salah satu anggota keluarga yang sudah lanjut usia.
Baca juga: Lalu Lintas Jalan Haji Naman Duren Sawit Jaktim Macet Imbas Kebakaran Pabrik Bingkai
"Tadi ada salah satu orang tuanya cukup tua, itu yang diingatkan oleh mereka untuk dievakuasi," kata Muchtar.
Menurut Muchtar, seluruh penghuni rumah berhasil dievakuasi sebelum api semakin membesar.
"Alhamdulillah karena mereka ingat orang tuanya ada di posisi rumah terbakar itu, mereka lakukan evakuasi di situ," ucap Muchtar.
Kompas.com/Muhammad Wildan Alghofari Rumah yang terdampak kebakaraan pabrik bingkai
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kebakaran tersebut. Namun, selain rumah warga, sejumlah aset milik pabrik ikut terdampak. Operasional SPPG Terganggu
Kebakaran juga berdampak pada operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 10 yang lokasinya tepat bersebelahan dengan pabrik bingkai.
SPPG tersebut terpaksa menghentikan sementara kegiatan operasionalnya akibat kebakaran.
Salah satu ahli gizi SPPG, Ana (35), mengatakan kegiatan produksi terhenti sejak kebakaran terjadi pada Rabu dini hari.
Menurut Ana, sebagian bahan makanan yang telah disiapkan sejak sore hari ikut terdampak kebakaran. Akibatnya, SPPG hanya mampu menyiapkan sekitar 400 porsi makanan dari kebutuhan yang mencapai 2.200 porsi.