BPBD Makassar Bentuk Kelurahan Tangguh Bencana, Warga Jadi Garda Terdepa

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana. Program tersebut menjadi bagian dari strategi BPBD agar masyarakat tidak hanya menjadi objek ketika bencana terjadi, tetapi juga mampu menjadi bagian dari penanganan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, mengatakan masyarakat memiliki peran penting dalam penanganan bencana. Sebab, ketika bencana terjadi, petugas membutuhkan waktu untuk mencapai lokasi kejadian.

“Dari semua orang terdampak, hanya sekitar 10 persen yang diselamatkan oleh petugas. Yang lainnya diselamatkan oleh diri mereka sendiri, tetangganya dan masyarakat sekitar,” kata Fadli.

Menurutnya, setiap detik sangat berharga dalam situasi bencana. Jarak antara lokasi kejadian dan petugas dapat membuat proses evakuasi membutuhkan waktu.

Karena itu, masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi kondisi darurat. Edukasi dan pelatihan menjadi bagian penting untuk membangun masyarakat yang tangguh dan mampu melakukan tindakan awal sebelum petugas tiba.

BPBD Makassar kemudian membentuk Kelurahan Tangguh Bencana atau Kaltana. Di setiap kelurahan dibentuk kelompok yang terdiri dari sekitar 10 hingga 15 orang.

Kelompok tersebut menjadi perpanjangan tangan BPBD di tingkat masyarakat. Mereka diharapkan mampu melakukan edukasi, membantu penanganan awal, serta menyebarkan pengetahuan kebencanaan kepada warga di wilayah masing-masing.

Fadli mengatakan konsep tersebut diarahkan untuk membangun masyarakat yang tangguh atau resilien. Masyarakat tidak hanya menunggu bantuan petugas, tetapi memiliki kemampuan untuk bertahan dan melakukan tindakan awal ketika bencana terjadi.

Selain membentuk Kaltana, BPBD juga menjalankan inovasi Salama atau Selamatkan Anak Lewat Afirmasi. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesiapsiagaan bencana.

Menurut Fadli, kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi. Masyarakat perlu mengetahui apa yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat sehingga tidak panik.

“Pada saat bencana datang, kita tidak panik lagi. Kita bekali masyarakat dengan keilmuan dan edukasi sehingga mereka bisa tenang dan tahu apa yang harus dilakukan,” katanya.

Ia mengatakan upaya membangun ketangguhan masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan pengetahuan, pelatihan, dan kolaborasi yang kuat, masyarakat diharapkan mampu bertahan menghadapi berbagai jenis bencana, termasuk kebakaran, banjir, kekeringan, maupun bencana lainnya.

BPBD Makassar juga terus menyiapkan rencana kontingensi untuk berbagai potensi bencana. Assessment, pemetaan wilayah terdampak, hingga penetapan status tanggap darurat menjadi bagian dari tahapan penanganan ketika kondisi membutuhkan intervensi lebih luas.

Fadli berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga kemanusiaan, dan seluruh stakeholder dapat memperkuat sistem penanggulangan bencana di Makassar.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan ketika bencana terjadi, tetapi memiliki kapasitas untuk melakukan penyelamatan dan penanganan awal secara mandiri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Istana Ungkap Penerima Tanda Kehormatan Negara, Ada Menteri hingga Pemilik Paten Teknologi
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Transformasi Pemanfaatan Hutan, Kemenhut Terbitkan Aturan Baru Perdagangan Karbon
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Violenzia Jeanette Dihujat Gegara Crop Foto Fuji, Adik Ipar Vanessa Angel Buka Suara hingga Beri Peringatan pada Netizen
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Penampakan Tumpukan Sampah di TPS Liar Cilincing Jakut, Bau Busuk Menyengat
• 1 jam lalukompas.com
thumb
PLTS 100 GW Perlu Konsistensi Pemerintah
• 19 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.