JAKARTA, KOMPAS.com - Bendera Merah Putih yang berkibar saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 tidak lahir dalam situasi yang mudah.
Jauh sebelum Soekarno membacakan teks Proklamasi, sebuah bendera telah disiapkan.
Bendera itu dijahit oleh Fatmawati, perempuan yang kemudian dikenal sebagai Ibu Negara pertama Indonesia.
Jahitan Fatmawati menjadi bagian dari sejarah panjang perjuangan menuju kemerdekaan.
Di balik kain merah dan putih tersebut terdapat cerita tentang keterbatasan bahan, persiapan menghadapi kemerdekaan, serta peran perempuan yang turut mengambil bagian dalam perjuangan bangsa.
Kisah tersebut tercatat dalam buku Ibu Bangsa: Biografi Fatmawati Soekarno yang diterbitkan dalam rangka penyelenggaraan Fatmawati Trophy 2026.
Baca juga: Pelaku Perusakan Palang Pintu KA di Sleman dan Bendera di Bantul Dikenakan Pasal Berlapis
Bagaimana kisahnya?
*Bendera disiapkan sebelum Proklamasi*
Situasi Indonesia pada masa pendudukan Jepang semakin memanas menjelang 1945.
Jepang mulai mengalami kekalahan dalam Perang Dunia II.
Di Indonesia, harapan mengenai kemerdekaan semakin kuat.
Para tokoh pergerakan dan kelompok pemuda mulai mempersiapkan berbagai hal untuk menghadapi kemungkinan kemerdekaan.
Peristiwa Rengasdengklok pada 15 Agustus 1945 kemudian menjadi salah satu titik penting sebelum Proklamasi.
Golongan muda mendesak Soekarno dan Mohammad Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan.
Setelah melalui perdebatan panjang, diputuskan Proklamasi dibacakan pada 17 Agustus 1945.
Namun, bendera Merah Putih ternyata sudah dipersiapkan jauh sebelumnya.
Baca juga: Bendera Merah Putih Akan Dibentangkan di Ketinggian Tebing Sepikul Trenggalek saat HUT Ke-81 RI
Menurut buku Ibu Bangsa: Biografi Fatmawati Soekarno, Fatmawati tergerak untuk membuat bendera Merah Putih ketika Jepang mulai memberikan sinyal mengenai kemungkinan kemerdekaan Indonesia dan mengizinkan pengibaran bendera nasional.