Kolombia Akui Klaim Israel Atas Dataran Tinggi Golan, Arab Saudi Marah!

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pemerintah Arab Saudi, lewat Kementerian Luar Negeri-nya, mengutuk langkah pemerintah Kolombia yang mengakui klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan.

"Kementerian Luar Negeri menyatakan penolakan dan kecaman Kerajaan Arab Saudi terhadap pengakuan pemerintah Republik Kolombia atas kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki," demikian bunyi pernyataan tersebut, dilansir media Al Arabiya, Rabu (12/8/2026). Kementerian menyebut langkah itu sebagai "langkah yang bertentangan dengan hukum internasional dan keputusan internasional yang sah."

Pernyataan tersebut menekankan bahwa keputusan itu melanggar "kejelasan hukum PBB yang sah," merujuk pada keputusan Dewan Keamanan PBB nomor 497 tahun 1981, yang menyatakan keputusan Israel untuk memberlakukan hukum, yurisdiksi, dan administrasinya di Dataran Tinggi Golan sebagai tindakan yang tidak sah.

Baca juga: Israel Robohkan Rumah Warga Palestina yang Tewas dalam Bentrokan

"Kerajaan menekankan bahwa sikap seperti ini tidak berkontribusi pada pencapaian perdamaian, melainkan menunjukkan penyimpangan dari sikap internasional yang tegas terhadap Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki, meletakkan dasar bagi logika untuk memaksakan fait accompli, dan berkontribusi pada penghancuran upaya yang dilakukan untuk mencapai perdamaian di kawasan tersebut," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi tersebut.

Pernyataan tersebut selanjutnya menegaskan kembali posisi Riyadh bahwa Dataran Tinggi Golan adalah tanah Suriah yang diduduki, bahwa tindakan atau keputusan untuk mengubah status hukumnya "tidak menciptakan kebenaran atau menambah legitimasi pada tindakan tersebut."

Riyadh pun menyerukan Kolombia untuk meninjau kembali keputusannya dan berkomitmen pada "hukum internasional dan keputusan internasional yang sah, dan terus berpartisipasi dalam mendukung upaya yang dilakukan untuk mencapai keamanan, stabilitas, dan perdamaian yang adil dan langgeng di kawasan tersebut".




(ita/ita)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kembangkan Pusat Logistik Modern di Indonesia, ESR dan INA Perluas Kemitraan
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Sidang Perdana Kasus Daycare Little Aresha Digelar Pekan Depan, 5 Hakim Siap Adili 13 Terdakwa
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Foto: Bea Cukai Gagalkan 8,96 Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Indonesia
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Sinergi Kemensos dan INABA Entaskan Kemiskinan Melalui Sekolah Rakyat
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Kuasa Hukum Febrie soal Sutrimo: Bukan Karumga, tapi Jaga Rumah Kosong
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.