52.541 PNS Bersiap Isi Kursi Kosong Jabatan Tinggi Instansi Pemerintah

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) menyelesaikan pekerjaannya di Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat 52.541 aparatur sipil negara (ASN) dari 120 instansi telah mengikuti program pemetaan ASN yang sudah siap untuk mengisi kursi kosong jabatan instansi pemerintah melalui program Profiling ASN atau ProASN.

Plt. Kepala Pusat Penilaian Kompetensi ASN, Desy Mutia Ali mengatakan, pelaksanaan ProASN tahun ini dilakukan dengan merujuk pada Surat Edaran Kepala BKN Nomor 6 Tahun 2026, dan Keputusan Kepala BKN Nomor 740.4 Tahun 2026.


Baca: Utang Pemerintah Rp10.293 Triliun Masih Aman? Ini Penjelasan Kemenkeu

Pelaksanaan ProASN ini menurutnya memiliki sasaran PNS yang dipersiapkan untuk mengisi jabatan manajerial yang lowong hingga 31 Desember 2026. ProASN sendiri dilaksanakan menggunakan metode Non-Assessment Center (Non-AC) dengan durasi maksimal 180 menit untuk mengukur empat aspek utama.

"Data profil tes ini nanti langsung terintegrasi ke dalam sistem informasi ASN dapat langsung diunduh oleh instansi maupun pegawai yang bersangkutan. Hal ini sebagai dasar pengembangan, pengajuan, maupun bahan pertimbangan pimpinan dalam melakukan rotasi dan mutasi," kata Desy dikutip dari keterangan tertulis di website BKN, Rabu (12/8/2026).

Hasil profiling yang terintegrasi langsung ke dalam Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) ini dapat dimanfaatkan selama tiga tahun. Di samping itu, hasil ProASN tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar bagi pimpinan untuk langsung menempatkan seorang ASN pada jabatan, khususnya jabatan strategis.

Desy menegaskan, ProASN merupakan tahap awal profiling yang memberikan gambaran pada aspek kognitif, dan belum menggantikan asesmen kompetensi yang lebih komprehensif.

"ProASN ini hanya sebagai batu loncatan saja. Para pimpinan atau pejabat tidak boleh langsung serta-merta menempatkan sembarangan dalam jabatan, terutama jabatan-jabatan strategis, karena perlu asesmen yang lebih komprehensif. Perlu ada asesmen yang lebih komprehensif agar kita tidak menyalahi regulasi," tegasnya.

Baca: Konsumsi Masih Tumbuh 5%, Ekonomi RI Kuat atau Diselamatkan Stimulus?

Dengan penyelenggaraan ProASN, BKN ingin memastikan pemanfaatan data talenta ASN dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi, sekaligus memperkuat implementasi sistem merit dan mewujudkan talent pool ASN yang dinamis untuk mendukung kebutuhan organisasi serta prioritas pembangunan nasional.

Tercatat hingga 10 Agustus 2026, pelaksanaan ProASN diikuti sebanyak 120 instansi dengan total 52.541 peserta terdaftar. Pelaksanaan tes akan berlangsung hingga akhir tahun dengan memanfaatkan Computer Assisted Test (CAT) BKN yang tersebar di berbagai wilayah.


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:
Pemerintah Siapkan Anggaran Tambahan Rp 20 T Untuk Belanja Pegawai

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wakaf Saham Masuk Ekosistem Pasar Modal Syariah, Ada 6 Fasilitator Perdagangan
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Cara Mengatasi Layar Laptop Blank Hitam tapi Masih Hidup
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Penempatan Manajer Koperasi Desa Merah Putih Tunggu Kementerian BUMN
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Gaji Pensiun TASPEN Belum Masuk Rekening? Ini Penyebabnya
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Peringatan ke Pegawai, Gus Ipul: Jangan Kebiasaan Habiskan Uang dan Belanja Sembarangan
• 18 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.