Misteri "Brankas" di Rumah Bekas Jampidsus Febrie Adriansyah

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

Tim Sembilan Kejaksaan Agung akhirnya menggeledah kediaman bekas Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah di Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Alih-alih menemukan aset berharga, penyidik hanya menemukan dokumen dalam "brankas". 

Pada Jumat (31/7/2026), Tim Sembilan menggeledah rumah Febrie Adriansyah yang beralamat di Jl Radio I Nomor 15, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Penggeledahan oleh tim yang dibentuk khusus oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengusut perkara dugaan korupsi dan pencucian uang yang menyeret Febrie itu, dilaksanakan mulai pukul 18.30 WIB sampai dengan 21.30 WIB.

Dalam penggeledahan itu, penyidik menyita sejumlah dokumen. Kejagung menyebut dokumen itu berkaitan dengan kasus Febrie Adriansyah. Dokumen tersebut digunakan sebagai alat bukti yang memperkuat konstruksi perkara yang kini tengah dibangun penyidik.

Namun, penggeledahan yang telah dinanti-nanti itu seolah berakhir antiklimaks. Sebab, sekitar tiga pekan sebelumnya, persisnya pada Rabu (8/7/2026), rumah tersebut diinformasikan merupakan salah satu lokasi yang juga hendak digeledah oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri.

Saat itu, rumah Febrie dijaga puluhan prajurit TNI. Tidak hanya prajurit TNI, para jaksa yang menjadi bawahan Febrie pun mendatangi rumah tersebut. Namun, hingga berganti hari, tidak ada penggeledahan di sana.

Pada saat yang sama, kepolisian menemukan uang dan emas dalam jumlah fantastis di beberapa lokasi lain. Di Kafe de’Clan Signature, penyidik kepolisian menemukan uang mencapai Rp 60 miliar. Adapun di rumah Febrie di Parahyangan, Sentul, Bogor, penyidik kepolisian menemukan uang Rp 476 miliar dan emas 74 kilogram (kg).

Dalam penggeledahan di Sentul, penyidik menemukan sebuah brankas terkunci. Kemudian, setelah brankas dibuka, di dalamnya terdapat tujuh koper. Dalam koper tersebut, ditemukan emas batangan seberat 74 kilogram dan uang 4.767.300 dolar AS dan 14.083.800 dolar Singapura dan uang Rp 100 juta dengan nilai keseluruhan mencapai Rp 476 miliar.

Baca JugaBekas Jampidsus Febrie Adriansyah Justru Mempertanyakan Asal-usul 74 Kilogram Emas

Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia Boyamin Saiman pun mempertanyakan keseriusan Tim Sembilan dalam menelusuri jejak aset-aset lain yang diduga terkait kasus Febrie Adriansyah.

Boyamin menilai, penggeledahan di rumah Febrie yang hanya menemukan dokumen, tidak masuk akal. Dari informasi yang ia terima, di dalam rumah tersebut, terdapat dua brankas.

"Logikanya adalah di rumah Sentul yang hanya (dijaga) satu penjaga saja terdapat uang Rp 400 miliar dan 74 kg emas murni, masak yang di rumah Jl Radio I tidak ada apa-apa, padahal terjaga ketat dan bahkan ada panser," tutur Boyamin, Rabu (12/8/2026).

Boyamin menduga, aset berharga dalam brankas tersebut telah dipindahkan sebelum penggeledahan. Oleh karena itu, ia berharap Tim Sembilan menunjukkan keseriusannya dengan melakukan penggeledahan ulang untuk menelusuri aset yang telah dipindahkan serta menemukan aset-aset lain yang diduga masih belum ditemukan.

Untuk penggeledahan lanjutan itu, kata Boyamin, Tim Sembilan diharapkan menggandeng Kortastipidkor Polri. Boyamin beralasan, kasus itu dimulai oleh Kortastipidkor sehingga diyakini mereka telah memetakan dan mengetahui isi brankas-brankas tersebut, termasuk ketika menemukan uang dan emas di rumah Sentul, Bogor.

"Tim Sembilan harus melibatkan Kortastipidkor Polri dan diawasi oleh Panitia Kerja Komisi III DPR karena memang sejak awal, berdasarkan kesepakatan, bahwa kerja-kerja Tim Sembilan Kejaksaan Agung itu akan diawasi oleh Panitia Kerja Komisi III DPR," kata Boyamin.

Baca JugaSiasat Febrie Adriansyah lewat Praperadilan

Sebaliknya, Boyamin mempertanyakan keseriusan dan profesionalitas dari Tim Sembilan Kejagung jika tidak melakukan penggeledahan ulang. Hal itu justru semakin mempertebal kecurigaan publik jika ada sesuatu yang disembunyikan.

Lemari biasa

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna membenarkan Tim Sembilan telah menggeledah rumah pribadi Febrie Adriansyah di Jakarta Selatan. Meski demikian, Anang membantah adanya brankas di rumah Febrie. Menurut dia, penyidik hanya menemukan lemari.

Alih-alih menemukan aset berharga, seperti uang, kata Anang, penyidik menemukan dokumen yang kemudian dijadikan bukti dalam perkara dugaan korupsi dan pencucian uang dengan tersangka Febrie Adriansyah.

"Terkait dengan adanya informasi berupa dua brankas, yang jelas sih penyidik sempat memeriksa ada satu lemari biasa aja, dibuka memang. Ya, seperti brankas itu ada. Tapi bukannya kayak lemari besar gitu, (lemari) biasa, enggak ada (brankas)," tutur Anang.

Anang pun menampik jumlah lemari yang ia maksud ada dua unit. Yang ditemukan penyidik hanya satu.

Menurut Anang, untuk menelusuri dugaan aset berupa uang, penyidik telah meminta bantuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Ia pun menyebut bahwa PPATK mendukung penyidikan Tim Sembilan.

"Kita telusuri. Ya, kan, kita harus jelas nih nanti predicate crime-nya seperti apa, ya. Tapi dengan tetap mengedepankan asas kehati-hatian dan praduga tak bersalah," tutur Anang.

Baca JugaKasus Kematian Sutrimo Masuk Penyidikan, Apa yang Dicari Polisi?

Rupanya, penggeledahan rumah Febrie Adriansyah menyisakan lebih banyak pertanyaan ketimbang jawaban. Perbedaan keterangan mengenai keberadaan "brankas" pun membuat misteri itu belum sepenuhnya terjawab. Lantas, akankah ini berakhir antiklimaks?


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tidur Bersama Istri Orang, Oknum Anggota Dilaporkan Propam Polres Tulungagung
• 11 jam laluberitajatim.com
thumb
Minta Audit Nafkah Anak yang Diberikan Lewat Sarwendah, Ruben Onsu Bantah Curiga pada Mantan Istri
• 1 jam lalugrid.id
thumb
DPR Dorong Generasi Muda NTB Manfaatkan Peluang Ekonomi Kreatif Lewat Konten Kreator
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Trump Cabut Diam-diam dari Turki Usai Ancaman Iran Meninggi
• 22 jam laludetik.com
thumb
Terjebak Reruntuhan 36 Jam, Detik-Detik Evakuasi Korban Gempa Kolombia
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.