Kualitas yang Harus Dirawat

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Oleh: Prof Ema Utami (Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Amikom Yogyakarta)

REPUBLIKA.CO.ID, Pekan lalu di kolom Lentera ini, saya menulis tentang gerbang-gerbang Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang mulai terbuka bagi mahasiswa baru, sekaligus tentang pertanyaan yang terus dihadapi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di tengah persaingan mendapatkan mahasiswa, terkait nilai apa yang sesungguhnya ditawarkan kepada masyarakat?

Pekan ini, sebuah kabar baik datang sebagai salah satu jawaban atas pertanyaan tersebut. Universitas Amikom Yogyakarta kembali menambah torehan akreditasinya. Dua program studi, Teknologi Informasi jenjang Sarjana dan Teknik Komputer jenjang Sarjana, memperoleh predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM).

Akreditasi Unggul bukan sekadar label administratif yang tertempel pada nama program studi. Ia adalah hasil dari proses evaluasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, mulai dari kurikulum, kualitas dosen, fasilitas pembelajaran, penelitian, kualitas lulusan, hingga tata kelola program studi.

Bagi calon mahasiswa dan orang tua yang tengah mencari tempat untuk melanjutkan pendidikan, predikat tersebut menjadi salah satu penanda objektif mengenai kualitas sebuah program studi karena dinilai melalui mekanisme akreditasi oleh lembaga yang memiliki kewenangan di bidangnya, bukan semata-mata berdasarkan klaim institusi itu sendiri.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Di pekan yang sama, saya mendapatkan penugasan lain yang tidak kalah penting, yaitu melakukan monitoring dan evaluasi terhadap lima puluh tiga dosen Universitas Amikom Yogyakarta yang sedang menempuh studi S3 di berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri. Monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari upaya institusi untuk memastikan bahwa investasi besar dalam pengembangan sumber daya manusia tersebut berjalan sesuai dengan target, baik dari sisi perkembangan studi, penelitian dan publikasi, maupun rencana penyelesaian pendidikan doktoral.

Sebanyak 53 dosen yang saat ini sedang berjuang menyelesaikan studi doktoralnya sesungguhnya merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas pendidikan yang akan diterima mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta pada masa mendatang.

Dua peristiwa tersebut, Akreditasi Unggul serta monitoring dan evaluasi studi doktoral, sekilas tampak sebagai dua agenda yang berbeda. Namun jika dilihat lebih dalam, keduanya berbicara tentang satu hal yang sama, yaitu kualitas tidak pernah selesai dibangun dan harus terus dirawat.

Akreditasi Unggul yang diperoleh ini merupakan hasil dari kerja keras yang dilakukan bertahun-tahun sebelumnya, tetapi bukan merupakan garis akhir pencapaian. Ia adalah pengakuan atas pencapaian sekaligus pengingat bahwa terdapat standar yang telah dicapai harus terus dijaga, bahkan ditingkatkan. Predikat Unggul tidak akan banyak berarti jika setelah sertifikat diterima, semangat untuk memperbaiki diri justru berhenti.

Demikian pula dengan lima puluh tiga dosen yang sedang menempuh studi doktoral. Hasil dari investasi tersebut mungkin belum seluruhnya terlihat hari ini. Mereka masih harus membagi waktu antara mengajar, melakukan penelitian, menyelesaikan disertasi, memenuhi kewajiban keluarga, dan berbagai tanggung jawab lainnya. Namun beberapa tahun mendatang, ketika mereka kembali dengan keahlian yang lebih dalam, jejaring akademik yang lebih luas, dan perspektif keilmuan yang lebih matang, manfaatnya akan dirasakan oleh mahasiswa, program studi, dan institusi secara keseluruhan.

Refleksi ini terasa sangat relevan dengan apa yang telah saya tuliskan pekan lalu. Di tengah tantangan struktural yang dihadapi PTS, satu hal yang selalu berada dalam kendali institusi adalah kesungguhan untuk terus memperbaiki dan merawat kualitas. Akreditasi Unggul tentu dapat menjadi salah satu pertimbangan calon mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi. Namun, predikat tersebut seharusnya tidak berhenti sebagai alat pemasaran. Lebih dari itu, Akreditasi Unggul merupakan cermin bahwa sebuah institusi terus berusaha membangun fondasi pendidikan yang kokoh.

Kualitas pendidikan tinggi sangat ditentukan oleh manusia yang berdiri di depan kelas, membimbing penelitian, membuka cakrawala berpikir, dan menjadi teladan bagi mahasiswa. Karena itu, 53 dosen yang sedang menempuh studi doktoral bukan sekadar lima puluh tiga orang yang sedang mengejar gelar doktor. Mereka adalah 53 investasi untuk memperkuat kualitas pendidikan Universitas Amikom Yogyakarta pada masa yang akan datang.

Setiap gelar doktor yang diraih bukan hanya pencapaian personal. Di dalamnya terdapat penguatan kapasitas institusi. Ketika seorang dosen kembali ke kampus dengan keahlian yang lebih mendalam, pengalaman penelitian yang lebih luas, jejaring akademik yang lebih kuat, dan kemampuan yang lebih baik dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, mahasiswa yang diajarnya adalah pihak yang pada akhirnya menerima manfaat paling besar.

Hari ini juga menjadi hari yang istimewa bagi keluarga kami. Najwa Rashika, putri sulung kami, genap berusia 22 tahun. Tahun ini ulang tahunnya terasa sedikit berbeda karena ia sedang memulai babak baru perjalanan akademiknya sebagai mahasiswa Magister Teknik Dirgantara di Institut Teknologi Bandung. Sebagai orang tua, momen ini kembali mengingatkan saya bahwa pendidikan memang merupakan investasi jangka panjang. Hasilnya tidak selalu langsung terlihat, tetapi proses yang dijalani hari ini dapat menentukan perjalanan seseorang bertahun-tahun ke depan.

Mungkin disinilah benang merah dari berbagai peristiwa yang saya alami pekan ini. Dua program studi memperoleh pengakuan atas kualitas yang telah dibangun. Sebanyak 53 dosen sedang dipersiapkan untuk memperkuat kualitas di masa depan. Dan seorang anak yang hari ini genap berusia 22 tahun sedang melanjutkan perjalanan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Tiga peristiwa dengan skala yang berbeda, tetapi semuanya mengingatkan bahwa pendidikan adalah proses yang terus bergerak dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Pekan lalu kita berbicara tentang gerbang kampus yang mulai terbuka. Pekan ini saya kembali diingatkan bahwa membuka gerbang saja tidak cukup. Setelah mahasiswa memilih untuk masuk, menjadi tanggung jawab perguruan tinggi untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan pendidikan yang layak, manusia-manusia terbaik untuk membimbingnya, serta lingkungan yang memungkinkan mereka tumbuh dan berkembang.

Allah SWT berfirman: "Katakanlah, bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu." (QS. At-Taubah: 105). Akreditasi Unggul adalah bukti bahwa kualitas telah dibangun. Lima puluh tiga dosen yang sedang menempuh studi doktoral adalah ikhtiar untuk memperkuatnya. Dan mahasiswa yang belajar di dalamnya adalah amanah yang harus dijaga. Karena kualitas pendidikan bukanlah sesuatu yang cukup diraih, kemudian dipajang sebagai predikat. Kualitas adalah sesuatu yang harus terus dirawat. Wallāhu a'lam.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebakaran Pabrik Bingkai Buat Lalu Lintas Duren Sawit Macet
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Wabah Ebola di Kongo Tewaskan Lebih dari 2.000 Orang: Wabah Menyebar Cepat, Fatalitas 45,9 Persen
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Cara Mengatasi Layar Laptop Blank Hitam tapi Masih Hidup
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Bangkit dari Vakum, Tradisigila Rilis Album Ketiga Street Love Memories dengan Warna Musik yang Lebih Variatif
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Pabrik Bingkai di Duren Sawit Jaktim Kebakaran, 60 Personel Damkar Dikerahkan
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.